Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Sejarah Singkat Pembangunan Stasiun Semarang Tawang, Pendahulunya Ditutup Karena Banjir Rob

Lugas Rumpakaadi • Jumat, 15 Maret 2024 | 21:04 WIB
Foto Stasiun Semarang Tawang saat baru selesai dibangun.
Foto Stasiun Semarang Tawang saat baru selesai dibangun.

RadarBanyuwangi.id – Stasiun Semarang Tawang yang sempat tergenang banjir karena hujan lebat, Kamis (14/3) lalu ternyata merupakan salah satu bangunan bersejarah.

Stasiun itu dulunya dibangun karena Stasiun Samarang, yang sudah dibangun sejak 1864 silam, harus ditutup karena kerap tergenang banjir rob.

Stasiun Samarang atau Samarang NIS atau dalam catatan lain disebut Samarang Goederenstation awalnya adalah titik nol jalur pembangunan jalur kereta api (KA) pertama di Hindia Belanda oleh Nederlandsch-Indische Spoorweg Maatschappij (NIS).

Jalur KA pertama itu dibangun membentang sejauh 25 kilometer dari Stasiun Samarang NIS di Desa Kemijen saat itu hingga ke Stasiun Tanggung di Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah.

Dengan adanya permasalahan banjir rob itu, Stasiun Samarang harus ditutup sekitar tahun 1905 karena sudah tidak memungkinkan untuk operasional KA.

NIS akhirnya harus memutar otak agar operasional KA tidak mandheg yaitu dengan membangun stasiun baru yang mulai direncanakan sekitar tahun 1911.

Rencana pembangunan stasiun baru itu dimulai dengan penyusunan rencana induk sistem perkeretaapian di jalur Semarang-Surakarta-Yogyakarta.

Dalam realisasinya, pembangunan stasiun akhirnya dilakukan di daerah Tawang pada tahun yang sama dan bisa terselesaikan pada 1914.

Setelah diresmikan, stasiun ini kemudian diberi nama Semarang Tawang yang diambil dari nama salah satu kampung di dekatnya.

Namun, seiring berjalannya waktu, Stasiun Semarang Tawang juga bernasib sama dengan pendahulunya, Stasiun Samarang NIS.

Kondisi Laut Jawa yang sering mengalami pasang yang bercampur dengan air hujan dan limbah membuat stasiun ini juga sering tergenang banjir rob.

Pemerintah Kota Semarang, pada 1998 membangun polder di depan stasiun dengan harapan bisa mengurai masalah itu, mengingat Stasiun Semarang Tawang adalah stasiun besar yang padat jadwal perjalanan KAnya. (*)

Editor : Lugas Rumpakaadi
#Stasiun Semarang Tawang #sejarah #stasiun kereta api #banjir rob #Nederlandsch Indische Spoorweg Maatschappij