Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Penerbangan Umrah di Bandara Banyuwangi Dimulai Akhir Februari, Angkasa Pura Diminta Menambah Fasilitas di Terminal Pemberangkatan

Dedy Jumhardiyanto • Rabu, 31 Januari 2024 | 22:14 WIB
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Pemkab Banyuwangi Dwi Yanto bersama EGM PT Angkasa Pura 2 Banyuwangi Johan Seno Acton meninjau terminal keberangkatan Bandara Banyuwangi, Selasa (30/1).
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Pemkab Banyuwangi Dwi Yanto bersama EGM PT Angkasa Pura 2 Banyuwangi Johan Seno Acton meninjau terminal keberangkatan Bandara Banyuwangi, Selasa (30/1).

RadarBanyuwangi.id – Pemkab Banyuwangi bersama dengan PT Angkasa Pura 2 sebagai operator Bandara Internasional langsung tancap gas menyiapkan berbagai fasilitas di terminal internasional Bandara Banyuwangi, Selasa (30/1).

Gerak cepat dilakukan seiring dengan rencana penerbangan perdana keberangkatan umrah dari Bandara Internasional Banyuwangi yang akan dijadwalkan pada Kamis, 22 Februari dan Sabtu 24 Februari 2024 mendatang.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Pemkab Banyuwangi Dwi Yanto mengatakan, upaya aktivasi Bandara Internasional Banyuwangi sudah dilakukan dengan melakukan penerbangan internasional.

Mulai dari mempertemukan pihak maskapai dengan Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) di wilayah Sekarkjiang.

”Alhamdulillah, setelah rapat hybrid dilanjutkan pertemuan singkat, telah ada kesepakatan harga dan penerbangan perdana umrah dari terminal internasional Bandara Banyuwangi,” ungkap Dwi Yanto.

Dari hasil peninjauan lapangan dan pengecekan sarana prasarana di terminal internasional, masih perlu ada penambahan sejumlah fasilitas.

Di antaranya perlu petugas imigrasi, balai karantina kesehatan, dan lainnya.

”Untuk x-ray masih berfungsi dengan baik, namun masih perlu penambahan fasilitas untuk calon penumpang lanjut usia (lansia),” tegas Dwi.

Pemkab Banyuwangi tengah mengupayakan agar pelayanan keimigrasian bisa dibuka di area bandara.

Sehingga, urusan perpanjangan visa bisa diselesaikan di Banyuwangi, tidak lagi di Jember.

Termasuk balai karantina kesehatan juga bisa dipindahkan dari Probolinggo ke Banyuwangi.

”Ke depan semua layanan imigrasi dan balai karantina kesehatan bisa diselesaikan di Banyuwangi,” kata Dwi.

Eksekutif General Manager (EGM) PT Angkasa Pura 2 Bandara Internasional Banyuwangi Johan Seno Acton menjelaskan, pihaknya bersama dengan stakeholder bandara telah melakukan rapat koordinasi dan melakukan peninjauan lapangan terkait pelayanan penerbangan perdana jemaah umrah pada Kamis mendatang (22/2).

”Kalau ruangan terminal bandara internasional sudah ada, namun selama pandemi Covid-19 lalu sempat tidak digunakan. Menurut saya perlu pembenahan, khususnya fasilitas layanan imigrasi, bagasi, dan fasilitas lainnya,” jelas Johan.

Karena penerbangan internasional akan melayani jemaah umrah, penanganannya akan sedikit berbeda dengan penumpang reguler.

Khususnya layanan bagi jemaah lansia. Pihak bandara juga akan menyiapkan fasilitas yang ramah lansia.

Penataan lainnya yakni meliputi kapasitas ruang tunggu. Saat ini hanya tersedia 120 pax, sedangkan kapasitas pesawat yang akan digunakan nantinya 170 pax.

”Secara regulasi sudah terpenuhi. Berhubung ini jemaah umrah, kami sedang diskusikan agar kekurangan ini bisa kita atasi sebelum keberangkatan penerbangan perdana bulan Februari nanti,” kata Johan. 

Dengan adanya penerbangan internasional, maka status Bandara Internasional Banyuwangi tidak ditutup mengingat tahapan mengurus izin tidaklah mudah.

”Semoga ikhtiar ini bisa terus dilakukan dan diberikan kemudahan dan kelancaran,” tandas Johan. (ddy/aif/c1)

Editor : Ali Sodiqin
#jemaah #internasional #terminal #Umrah #bandara #banyuwangi #angkasa pura