RadarBanyuwangi.id – Program Tanah Objek Reforma Agraria (TORA) di Banyuwangi mengalami pembengkakan.
Dari target awal 9.000 bidang, program TORA di Banyuwangi kini membengkak menjadi 10.000 lebih.
Sesuai surat keputusan (SK) biru dari Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), disebutkan ada 9.000 bidang untuk program TORA.
Sedangkan dari temuan Tim Gugus Tugas Reforma Agraria (GTRA) Banyuwangi, ada tambahan 1.325 bidang.
”Setelah kami lakukan inventarisasi dan identifikasi terhadap subjek dan objek sesuai SK biru, realita bidang membengkak menjadi 10.325,” ujar Kasubag Tata Usaha Badan Pertanahan Nasional (BPN) Banyuwangi Mardi Siswoyo.
Mardi menjelaskan, dari SK biru tersebut memang mulanya ditargetkan 9.000 bidang yang tersebar di 17 desa.
Namun, setelah dilakukan inventarisasi dan identifikasi, ternyata ditemukan dalam satu bidang ada dua objek.
”Terkadang satu bidang ada dua atau tiga objek sehingga harus dilakukan penyesuaian kembali,” katanya.
Untuk mempercepat penyelesaian TORA, pihaknya mengerahkan bantuan sumber daya manusia (SDM) dari BPN di 17 kabupaten.
”Ada bantuan petugas BKO (Bawah Kendali Operasi) dari beberapa kabupaten ke Banyuwangi,” terang Mardi.
BKO tersebut diharapkan bisa mempercepat penyelesaian 10.325 bidang. Saat ini, sudah terselesaikan sekitar 7.000 bidang.
”Kami targetkan hari ini (23/1) terselesaikan agar dapat dilaporkan langsung ke Presiden RI Joko Widodo,” ungkapnya.
Mardi menambahkan, jika seluruh target sudah terselesaikan, sertifikat TORA bisa langsung diserahkan.
”Kami berharap masyarakat bisa bersabar karena petugas terus mengupayakan percepatan,” pungkasnya. (rio/aif/c1)
Editor : Ali Sodiqin