RadarBanyuwangi.id – Pohon pule dan trembesi sedang populer sebagai tanaman naungan di Bumi Blambangan.
Meski berukuran besar, akarnya tidak terlalu merusak trotoar atau pun median jalan.
Baik pohon pule maupun pohon trembesi, ternyata sama-sama memiliki bentuk yang unik.
Pule sering juga disebut sebagai pohon iblis karena banyak sekali yang menganggap bahwa pohon ini sangat berbahaya bagi manusia dan hewan.
Padahal kenyataannya, pohon pule memiliki banyak keajaiban dan manfaat yang baik bagi manusia.
”Pohon pule ini rindang, daun yang jatuh juga tidak terlalu mengotori halaman karena ukurannya lumayan besar,” ungkap Ahmad Katgan, seorang pencinta tanaman hias di Banyuwangi.
Pohon pule memiliki beberapa manfaat, yakni kulit batangnya bisa sebagai pengganti kina untuk obat malaria, termasuk untuk obat diare.
Daun pule berkhasiat untuk obat beri-beri. Getahnya bisa jadi obat luar, jadi obat tetes untuk radang kulit maupun bisul.
Rebusan kulit batang pule bisa untuk obat kumur sakit gigi dan mencuci luka.
”Seperti pohon-pohon pada umumnya, pule juga berguna sebagai penghasil oksigen, pengatur iklim, dan tata air. Sehingga, keberadaan pohon tak sebatas gerakan seremonial cinta lingkungan semata,” jelas Katgan.
Menurut Katgan, sejumlah manfaat juga ada pada pohon trembesi. Trembesi adalah salah satu jenis tumbuhan yang mempunyai tajuk sangat lebar.
Bahkan, saking besarnya pohon ini sering kali dimanfaatkan sebagai pohon peneduh.
Selain sebagai pohon peneduh, imbuh Katgan ada banyak manfaat pohon trembesi lainnya yang mungkin masih jarang didengar.
”Selain pohonnya yang bermanfaat untuk lingkungan, kayu pohon tembesi bisa digunakan untuk mebel atau kerajinan,” tandasnya. (tar/bay/c1)
Editor : Ali Sodiqin