Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Bongkar-Muat Kapal Ketapang-Gilimnauk Terlalu Lama, Picu Kemacetan Panjang di Parkir Pelabuhan

Fredy Rizki Manunggal • Senin, 25 Desember 2023 | 21:30 WIB
ANTRE BERJAM-JAM: Gara-gara menunggu bongkar-muat kapal yang terlalu lama, kendaraan roda empat menumpuk di parkiran ASDP Ketapang, Banyuwangi, Minggu (24/12).
ANTRE BERJAM-JAM: Gara-gara menunggu bongkar-muat kapal yang terlalu lama, kendaraan roda empat menumpuk di parkiran ASDP Ketapang, Banyuwangi, Minggu (24/12).

KALIPURO, RadarBanyuwangi.id Parkiran Pelabuhan ASDP Ketapang, Banyuwangi, kembali penuh sesak dengan kendaraan yang hendak menyeberang ke Bali.

Kemacetan pun tak bisa dihindari. Selain dipicu pasang surut air laut, kemacetan juga dipicu lamanya bongkar-muat kapal.

Butuh waktu dua sampai tiga jam untuk bongkar muat kapal dari Ketapang maupun Gilimanuk.

Kondisi ini semakin parah pada malam hari maupun pagi hari. Kendaraan wisatawan dari berbagai daerah menumpuk di pelabuhan. Mereka banyak yang kecewa karena harus antre berjam-jam.

”Kapal yang mau sandar di Pelabuhan Ketapang cukup lama. Hampir tiga jam, kami menunggu sandar,’’ ujar Rudy, salah seorang penumpang kapal asal Songgon.   

Padatnya arus kendaraan di Pelabuhan Ketapang selama masa libur Natal rupanya sudah diantisipasi oleh sebagian penumpang.

Pada H-1 Natal, Minggu (24/12), banyak wisatawan yang akan berlibur ke Bali dan memilih berjalan kaki daripada menggunakan kendaraan pribadi. Begitu turun di Gilimanuk, mereka naik mobil sewaan atau kendaraan umum lainnya.

Tak hanya perorangan, ada beberapa keluarga yang menggunakan transportasi umum seperti kereta api hingga bus untuk sampai ke Pelabuhan Ketapang.

Mereka memilih berjalan kaki untuk mempermudah mobilitas selama perjalanan.

"Saya naik kereta api dari Jakarta, lalu berhenti di Stasiun Ketapang. Mau naik pesawat juga mahal," ujar Marko, salah seorang wisatawan asal Jakarta.

Dari data produksi PT ASDP Ketapang, hingga Minggu pagi kemarin ada 43.467 orang yang menyeberang ke Bali. Baik yang menggunakan kendaraan maupun berjalan kaki.

Angka ini meningkat lebih dari 11 ribu orang dari hari sebelumnya. Mayoritas dari mereka adalah wisatawan yang ingin menikmati libur Natal atau merayakan natal di Bali.

Meski rutinitas kepadatan terjadi setiap libur Natal, namun masih cukup banyak wisatawan yang tetap menggunakan kendaraan pribadi untuk menyeberang.

Salah satunya Risnawati, 52, wisatawan asal Semarang. "Saya rutin setiap tahun, jadi sudah hafal soal kemacetan di pelabuhan," kata Risnawati.

Dia mengaku sudah dua jam menunggu giliran untuk masuk kapal di Pelabuhan Ketapang. Karena memang sudah menjadi rutinitas tahunan, Risna mengaku sudah terbiasa.

"Selama di perjalanan lancar, tidak ada macet. Baru di pelabuhan terjadi macet. Masuk jam setengah tujuh, jam sembilan lebih tak kunjung masuk kapal,’’ ungkapnya.  

Pantauan Jawa Pos Radar Banyuwangi di Pelabuhan Ketapang kemarin, kepadatan terkihat di dalam pelabuhan. Banyak kendaraan yang harus menunggu lama untuk bisa naik ke atas kapal.

Beruntung, volume kendaraan yang masuk ke Pelabuhan Ketapang tidak begitu tinggi sehingga antrean tak sampai mengular ke depan pelabuhan.

General Manager ASDP Ketapang-Gilimanuk, Syamsudin mengatakan, kepadatan kendaraan merupakan imbas dari lamanya proses bongkar- muat kapal. Peningkatan volume kendaraan membuat kapal harus melakukan penyesuaian.

Apalagi, saat musim liburan seperti sekarang, variasi jumlah kendaraan yang masuk cukup banyak.

Tidak hanya roda empat pribadi, truk ekspedisi, bus hingga kendaraan roda dua juga mengalami peningkatan volume.

"Tidak ada kendala sebenarnya. Bongkar-muatnya membutuhkan waktu lama. Kita juga harus membagi kendaraan di satu kapal, tidak bisa diisii besar semua atau kecil semua," jelas Syamsudin.

Meski tampak padat, kapasitas kantung parkir yang terisi di Pelabuhan Ketapang kemarin hanya sekitar 30 persen, Artinya, belum terlihat ada kepadatan luar biasa.

"Kalau untuk yang libur Natal saya rasa sudah selesai puncaknya. Nanti tinggal wisatawan untuk tahun baru, sekitar tanggal 28-29 Desember," terangnya.

Korsatpel BPTD Wilker Ketapang Rocky Surentu membenarkan jika terjadi kepadatan yang membuat kendaraan harus menunggu lama untuk bisa diangkut ke atas kapal.

Rocky mengatakan, kendalanya ada pada proses bongkar di sisi Gilimanuk sehingga membuat antrean kendaraan terjadi di sisi Ketapang.

"Kalau soal cuaca sudah klir, tidak ada masalah. Masalahnya ada di kapal yang dari Gilimanuk,’’ jelasnya.

Selain karena aktivitas bongkar muat, ada proses penyedotan sedimentasi di dermaga LCM yang selama ini kerap tidak bisa digunakan saat pasang surut air laut.

Penyedotan tersebut mengakibatkan kapal harus menyesuaikan untuk bisa bongkar dengan normal.

"Saya minta  dihentikan dulu proses penyedotannya supaya lancar," kata Rocky. (fre/aif)

Editor : Ali Sodiqin
#Ketapang #pelabuhan #libur #kemacetan #wisatawan #gilimanuk #kendaraan #bongkar muat #Nataru #banyuwangi #penyeberangan #parkir