Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Puluhan Ribu Keluarga di Banyuwangi Terima BLT El Nino, Cek Data Bansos Bisa Melalui Play Store

Gareta Yoga Eka Wardani • Rabu, 20 Desember 2023 | 21:00 WIB

 

Photo
Photo

RadarBanyuwangi.id – Warga kurang mampu di Banyuwangi kembali menerima gelontoran bantuan dari pemerintah.

Kali ini, sebanyak 111.127 keluarga mendapat bantuan langsung tunai (BLT) El Nino. Penyaluran bantuan tersebut dilakukan secara bertahap mulai Rabu (20/12).

Sekadar diketahui, Fenomena El Nino yang terjadi di Indonesia sejak Agustus 2023 diprediksi berlanjut hingga Februari tahun depan.

Hal itu dinilai berdampak terhadap harga komoditas di pasaran. Akibatnya daya beli masyarakat menurun.

Berkenaan dengan itu, pemerintah menyiapkan bantuan sosial (bansos) berupa BLT El Nino.

Nominal bantuan yang diberikan sebesar Rp 400 ribu untuk masing-masing keluarga penerima manfaat (KPM). Tepatnya Rp 200 ribu setiap bulan selama periode November dan Desember.

Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (Dinsos-PPKB) Henik Setyorini melalui Kepala Bidang (Kabid) Perlindungan dan Jaminan Sosial Khoirul Hidayat mengatakan, pendistribusian BLT El Nino di Banyuwangi dilakukan mulai hari ini (20/12).

Jadwal tersebut sesuai dengan surat dari PT. Pos Indonesia Cabang Banyuwangi Tanggal 18 Desember 2023 Nomor: 600/Jaryankug/PDKP/1/1223 perihal Penyaluran BLT El Nino Tahun 2023.

“BLT El Nino disalurkan secara bertahap mulai besok (hari ini) hingga Jumat (29/12),” ujarnya kemarin (19/12).

Dijelaskan, jumlah penerima BLT El Nino di Banyuwangi mencapai 111.127 KPM. Jumlah tersebut tersebar di seluruh kecamatan di Bumi Blambangan.

Bapak tiga anak itu menjelaskan, KPM yang memperoleh BLT El Nino merupakan KPM yang terdaftar dalam Data Terpadu Keluarga Sejahtera (DTKS) dari Kementerian Sosial (Kemensos) serta penerima Program Keluarga Harapan (PKH) atau Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT).

Khoirul mengingatkan masyarakat terkait sifat bantuan yang hanya sementara. Untuk itu, dia meminta setiap penerima mampu memanfaatkan bantuan tersebut secara bijak dengan membelikan bahan kebutuhan pokok untuk memenuhi kebutuhan keluarga.

“Kami minta ke masyarakat untuk membelanjakan uang yang diberi secara bijak. Untuk membeli kebutuhan pokok, tidak untuk kebutuhan tersier,” imbau pria yang karib disapa Irul tersebut.

Lebih jauh Irum menuturkan, karena sifat bansos hanya sebagai stimulan, masyarakat diharapkan mampu mandiri dan tidak berpaku pada bansos.

“Masyarakat perlu memahami bansos itu bukan gaji bulanan yang bisa dijadikan patokan. Jadi bantuan itu bisa berhenti kapan saja. Artinya masyarakat yang saat ini dapat bantuan harus bisa mandiri,” ucapnya.

Terakhir, Irul mengajak masyarakat lainnya ikut mengawasi para penerima bantuan yang dinilai sudah tidak layak.

“Kalau ada masyarakat yang menemukan dan merasa menerima bantuan tidak tepat sasaran, bisa melapor ke desa atau kelurahan. Atau pelaporan mandiri di cek bansos usul sanggah yang bisa diunduh di Play Store,” pungkasnya. (rei/sgt)

Editor : Ali Sodiqin
#play store #el nino #BLT #bansos #warga #banyuwangi