RadarBanyuwangi.id – Sudah jatuh tertimpa tangga. Itulah peribahasa yang tepat untuk menggambarkan nasib 12 jemaah umrah PT. Alatab yang gagal berangkat ke Arab Saudi.
Setelah sempat menunggu selama lebih sepekan di Surabaya, sebanyak 12 jemaah kembali tertipu dengan biro travel umrah kedua dan uang muka pembayaran belum dikembalikan hingga Selasa (19/12).
Hal itu diungkapkan AH, 32, salah seorang jemaah asal Banyuwangi.
Dia menceritakan, setelah gagal berangkat umrah lewat agen travel PT Alatab, karena belum ada kejelasan nasib, AH bersama 11 jemaah lainnya mencari alternatif mencari agen travel lain.
Agen travel yang dipilih adalah PT Mutiara Habibi Berkah Amanah yang beralamat di Jalan Raden Wijaya, Perumahan Djati Khayangan, Blok G Nomor 5, Kecamatan Giri, Banyuwangi.
“Awalnya ada 21 orang jemaah, tapi yang sembilan orang memutuskan mundur, jadi tinggal 12 orang. Berhubung ada yang mundur, kemudian diminta menyetorkan uang muka sebagai tanda jadi,” ungkapnya.
Sebagai tanda jadi, akhirnya AH menyetorkan uang sebesar Rp 40 juta ke rekening PT Mutiara Habibi Berkah Amanah dengan harapan bisa segera diproses.
Sayangnya, hingga Selasa (19/12), masih juga belum ada kejelasan keberangkatan dari PT. Mutiara Habibi Berkah Amanah.
“Kami masih berada di hotel dan nasib kami semakin tidak jelas. Padahal kami sudah setor uang sebagai tanda jadi,” katanya.
Karena tidak ada kejelasan, AH memutuskan untuk pulang ke Banyuwangi karena masih ada urusan pekerjaan.
Sementara sepuluh orang jemaah lainnya kini masih sedang mencari travel lain. “Untuk sepuluh orang masih akan transaksi dengan travel dari Panglima,” jelasnya,
Untuk uang tanda jadi sebesar Rp 40 juta yang telah disetorkan kepada PT Mutiara Habibi Berkah Amanah baru dikembalikan sebesar Rp 21,4 juta. Sementara sisanya masih belum ada kejelasan.
“Saya coba komunikasi dengan Direktur Utama PT Mutiara Habibi Berkah Amanah Elin Ayu, tapi masih belum ada kejelasan,” katanya.
Dikonfirmasi melalui saluran telepon, Direktur Utama PT Mutiara Habibi Berkah Amanah Elin Ayu mengaku harus menanggung kerugian cukup besar.
Elin yang awalnya berniat membantu jemaah umrah PT Alatab, justru malah kena getahnya.
“Saat dihubungi, posisi saya sedang berada di Kuala Lumpur. Saya sedang meng-handle jemaah dari Kalimantan dan Pasuruan. Karena ada orang Banyuwangi yang telantar dan tidak bisa berangkat umrah, saya putuskan pulang ke Surabaya dan membantunya,” katanya.
Elin langsung menghubungi karyawannya agar membawa perlengkapan umrah ke Surabaya. Dengan harapan, ketika dia tiba di Surabaya, seluruh perlengkapan tersebut sudah siap.
Sejumlah karyawannya juga diminta ikut ke Surabaya untuk membantu handle jemaah asal Banyuwangi tersebut.
Baca Juga: Calon Jemaah Umrah Datangi Kantor PT Berkah Zamzam Wisata Situbondo, Minta Pengembalian DP
“Saya sudah telanjur booking tiket pesawat 21 orang, tidak tahunya setelah saya booking sembilan orang malah mengundurkan diri. Belum lagi saya sewa mobil travel untuk mengangkut perlengkapan dan sewa hotel untuk karyawan. Saya sampai tidak tidur karena kerja lembur mengurus data manifes dan lain-lain,” keluh Elin.
Akibat kejadian itu, Elin mengaku rugi jutaan rupiah. Belum lagi pengorbanan yang dilakukan karyawannya membantu jemaah umrah yang pada akhirnya mengundurkan diri dan meminta uangnya dikembalikan.
“Kalau uang bisa diganti, tapi tenaga saya yang harus kembali lagi ke Indonesia. Belum lagi saya menerima caci makian orang, apa itu juga tidak dinilai,” tandasnya. (ddy/aif)
Editor : Ali Sodiqin