KALIPURO, RadarBanyuwangi.id – Pelabuhan Jangkar Situbondo rencananya akan menjadi tempat penyeberangan untuk rute ke Lembar, NTB, selama musim liburan Natal dan Tahun Baru (Nataru).
Skema itu diterapkan agar jumlah kendaraan menuju ke Banyuwangi berkurang selama libur Nataru.
Beredar kabar, ke depannya tak hanya empat kapal yang dipindah ke Jangkar. Seluruh kapal long distance ferry (LDF) dari Ketapang akan dipindah ke Jangkar untuk melayani rute menuju Lembar.
Jika rencana itu terealisasi, secara tak langsung trayek penyeberangan Ketapang–Lembar otomatis akan berhenti.
Terkait rencana tersebut, Ketua DPD Gapasdap Jawa Timur Putu Widiana mengatakan, belum ada surat edaran resmi dari Kementerian Perhubungan maupun Dirjen Perhubungan Darat. Saat ini yang menjadi kepastian adalah pengalihan empat kapal LDF ke Pelabuhan Jangkar untuk mengantisipasi kepadatan selama Nataru.
”Dari hasil rapat online dengan Kementerian Perhubungan infonya masih belum jelas. Awalnya empat kapal LDF ke Jangkar, yang tiga kapal membantu penyeberangan ke Gilimanuk selama Nataru,” kata Putu.
Terkait rencana pemindahan tujuh kapal LDF dari Ketapang ke Jangkar secara permanen, Putu mengaku belum mendapat kepastian informasi.
Yang jelas, jika seluruh kapal dipindah ke Jangkar, akan cukup merepotkan terutama bagi pengusaha kapal.
Putu menjelaskan, pembukaan jalur Ketapang–Lembar dulu butuh perjuangan yang cukup berat. Para pengusaha kapal merintis dengan berbagai cara agar kendaraan logistik mau menyeberang melalui Ketapang.
Jika nanti dipindah ke Jangkar, perlu ada penyesuaian lagi. Dibutuhkan waktu dan tenaga serta hitung-hitungan agar kendaraan logistik yang sudah terbiasa melalui jalur Ketapang bergeser ke Jangkar.
”Kami menunggu surat yang jelas dan instruksi kementerian. Untuk sementara, rencananya kapal-kapal dipindah ke Jangkar dalam rangka Nataru. Tinggal Jatra II, Marisa Nusantara, dan Trimas Laila yang ada di Ketapang untuk membantu rute ke Gilimanuk,” tegasnya. (fre/aif/c1)
Editor : Ali Sodiqin