Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Solar Langka, Antrean di SPBU Mengular Hingga ke Jalan Raya, Pertamina Sebut Stok Solar Banyuwangi Melimpah

Fredy Rizki Manunggal • Sabtu, 25 November 2023 | 20:30 WIB
KRISIS SOLAR: Antrean kendaraan roda empat yang hendak mendapatkan solar subsidi di SPBU Jalan Gajahmada, Banyuwangi, mengular sampai jalan raya, Jumat (24/11).
KRISIS SOLAR: Antrean kendaraan roda empat yang hendak mendapatkan solar subsidi di SPBU Jalan Gajahmada, Banyuwangi, mengular sampai jalan raya, Jumat (24/11).

GIRI, RadarBanyuwangi.id – Sudah empat hari ini bahan bakar minyak (BBM) jenis solar bersubsidi sulit didapat. Kelangkaan solar ini memicu antrean panjang di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) hingga ke jalan raya.  

Krisis solar hampir terjadi di semua SPBU. Di kota Banyuwangi antrean pembeli solar tampak mengular di SPBU Sukowidi, SPBU Jalan Gajahmada, dan SPBU Jalan Brawijaya.

Pembatasan pembelian solar disebut-sebut menjadi salah satu penyebab menumpuknya kendaraan yang hendak membeli solar.

Salah satunya terlihat di SPBU Karangente Jalan Brawijaya dan SPBU Penataban Jalan Gajahmada. Antrean kendaraan roda empat seperti truk dan minibus mengular hingga ke luar area SPBU.

”Kalau mendekati akhir tahun, ya seperti ini, Mas. Antrean orang beli solar meningkat,” ujar salah satu petugas pengisi BBM di SPBU Karangente, Jalan Brawijaya, Banyuwangi. 

Tak hanya kendaraan roda empat, beberapa konsumen solar subsidi seperti petani juga ikut mengantre untuk bisa mendapatkan jatah BBM subsidi. Mereka membawa jeriken di tengah antrean kendaraan.

Section Head Communication & Relation Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus Taufiq Kurniawan mengatakan, tidak ada kekosongan stok untuk BBM jenis solar di seluruh SPBU di Banyuwangi. Dari 16 SPBU, hanya ada satu saja yang mendekati critical stock. Sedangkan lainnya masih dalam kondisi aman.

”Solar di Banyuwangi tidak mungkin kosong, karena penyaluran juga lancar. Apalagi stok solar melimpah karena Banyuwangi dekat dengan depo,” jelas Taufiq.

Terkait antrean panjang, kata Taufiq, kemungkinan terjadi akibat SPBU melakukan penghematan penyaluran solar subsidi. Masing-masing SPBU sudah memiliki batas kuota harian sehingga penggunaannya juga harus disesuaikan.

Ditambah, jelang akhir tahun biasanya terjadi peningkatan jumlah konsumsi BBM dari kendaraan logistik. Baik itu dari proyek pemerintah maupun dari aktivitas swasta yang mengejar produksi di akhir tahun.

”Karena ini BBM subsidi, tidak bisa dikonsumsi seenaknya. SPBU menyesuaikan kuota. Rata-rata satu hari sekitar 5 kiloliter. Kalau melebihi kuota, SPBU harus membayar sisa BBM dengan harga nonsubsidi,” papar Taufiq.

Baca Juga: Sukses Bertani di Kota bersama BRI, Kisah Mrican Caturtunggal di Yogyakarta

Dikatakan Taufiq, Pertamina sudah berupaya menggunakan sistem QR code untuk kendaraan pengguna BBM bersubsidi. Artinya, setiap kendaraan juga memiliki kuota harian yang bisa digunakan untuk membeli BBM subsidi. Sehingga, pembelian BBM subsidi tetap dibatasi.

”Seperti kendaraan roda empat, maksimal bisa membeli 60 liter BBM subsidi. Angkutan umum maksimal 80 liter dan angkutan umum barang maksimal 200 liter per hari. Mau beli di mana pun, kuotanya menyesuaikan kuota harian,” tegas Taufiq.

Sebenarnya masyarakat tidak perlu khawatir SPBU kehabisan bahan bakar solar karena masih ada produk sejenis seperti pertamina dex dan dexlite.

”Mungkin berbeda hitungannya. Untuk pelaku ekonomi dan logistik memikirkan selisih harga, maunya diisi BBM subsidi. Produk sejenis pertamina dex dan dexlite masih tersedia,” tegasnya.

Taufiq mengimbau agar Pemkab Banyuwangi bisa mengajukan penambahan kuota. Seperti yang sudah dilakukan beberapa kabupaten lainnya seperti Kediri, Pacitan, Nganjuk, Ponorogo, dan beberapa kabupaten di wilayah pantura. Mereka mengetahui pengajuan dan kondisi di lapangan berbeda.

”Kami sudah sampaikan ke Asisten Ekonomi agar bisa mendapatkan kuota dengan jumlah yang lebih baik lagi,” tandasnya. (fre/aif/c1)

Editor : Ali Sodiqin
#mengular #pertamina #SPBU #antrean #langka #bbm #stok #solar