RadarBanyuwangi.id – Masjidil Aqsa di Palestina adalah salah satu dari tiga masjid yang disucikan Umat Islam. Dua lainnya adalah Masjidil Haram di Makkah, dan Masjid Nabawi di Madinah.
Bahkan, Masjidil Aqsa juga menjadi kiblat pertama bagi umat Islam sebelum akhirnya berpindah ke Kakbah di Masjidil Haram Makkah.
Karena keagungan dan kemuliaan tiga masjid tersebut, Rasulullah tidak melarang umatnya yang bepergian menuju masjid tersebut. Hadist riwayat Bukhari:
“Janganlah kamu mengencangkan pelana (melakukan perjalanan jauh) kecuali untuk mengunjungi tiga masjid, yaitu: (1) Masjidil Haram; (2) masjidku (Masjid Nabawi); dan (3) Masjidil Aqsa.”
Dilansir RadarBanyuwangi.id dari nu.or.id, di komplek Masjidil Aqsa Palestina terdapat makam-makam para nabi. Ada 7 nabi yang dimakamkan di Masjidil Aqsa.
7 nabi tersebut adalah Nabi Ibrahim AS dan Istrinya Sayyidah Sarah. Kemudian Nabi Ishaq AS dan istrinya, serta Nabi Ya’qub AS dan istrinya.
Berikutnya nabi yang dimakamkan di Masjidil Aqsa adalah Nabi Yusuf AS, Nabi Adam AS, Nabi Sam AS, serta Nabi Nuh AS.
Hanya saja, 4 nama nabi yang disebut terakhir masih menuai perbedaan pendapat para ulama ahli sejarah.
Yang jelas, selain 7 nabi yang dimakamkan di sekitar Masjidil Aqsa tersebut, Palestina juga menjadi tempat beberapa sahabat nabi dimakamkan.
Yaitu sahabat Ubadah bin Shamit, Abu Ubaidah bin al-Jarrah, dan sahabat-sahabat lainnya.
Dalam kitab berjudul al-Unsul Jalil, Syekh Mujiruddin al-Hanbali al-Alimi menjelaskan, salah satu penyebab tanah-tanah yang ada di sekitar Masjidil Aqsa menjadi tanah yang diberkahi, karena di dalamnya terdapat makam-makam para nabi terdahulu:
“Firman Allah berupa “Kami berkahi sekelilingnya”, yaitu karena di dalamnya terdapat kuburan-kuburan para nabi.” (Syekh Mujiruddin, al-Unsul Jalil, [Beirut, Darul Kutub Ilmiah], halaman 7).
Masjidil Aqsa memiliki catatan sejarah yang penting bagi umat Islam. Selain menjadi kiblat pertama, masjid ini juga menjadi saksi sejarah ketika Allah swt memperjalankan Rasulullah dari Masjidil Haram Makkah, menuju Masjidil Aqsa di Palestina, yang dikenal dengan peristiwa isra.
Kemudian dinaikkannya Rasulullah dari Masjidil Aqsa untuk melintasi lapisan-lapisan langit tertinggi sampai batas yang tidak dapat dijangkau pengetahuan malaikat, manusia, maupun jin, yang dikenal dengan mi’raj. (*)
Editor : Ali Sodiqin