RadarBanyuwangi.id – Proyek jalan tol Probolinggo–Banyuwangi (Probowangi) akan dilanjutkan tahun depan.
Salah satu titik awal yang akan dilalui jalur tol adalah Desa Watukebo, Kecamatan Wongsorejo, Banyuwangi.
Kepala Desa Watukebo Maimun mengatakan, hingga saat ini belum ada progres terkait pembangunan jalan tol Probowangi.
Namun, trase untuk lokasi yang akan menjadi titik pembangunan tol sudah ditetapkan.
Dikatakan Maimun, banyak dari trase yang dipasang di areal persawahan. Sebagai kades, dia mengaku belum sepakat dengan penentuan titik tersebut.
”Kalau bisa jangan melewati area persawahan,” tegasnya.
Maimun menambahkan, ada opsi lain untuk titik jalur yang bisa dilewati tol. Yaitu area di sebelah barat kawasan persawahan yang masuk wilayah Perhutani.
Akan lebih baik jika lahan milik Perhutani dijadikan jalur tol.
Minimal masyarakat tetap bisa mempertahankan area sawah dan tidak kehilangan mata pencaharian pasca pembangunan jalan tol.
Dari 87 kepala keluarga (KK) yang tanahnya terkena penlok tol, lebih dari separo sudah menyetujui jalur tersebut.
Namun, Maimun menilai perlu adanya sosialisasi lanjutan kepada warga. Tujuannya agar warga tidak sampai kehilangan mata pencaharian setelah sawahnya hilang imbas pembangunan tol.
”Warga mau-mau saja, mereka sepakat dengan jalur yang sekarang, tapi tidak paham bagaimana nanti kelanjutannya,” tegasnya.
Anggota Komisi V DPR RI asal Banyuwangi Sumail Abdullah memastikan jalan tol yang saat ini berhenti di Besuki, akan dilanjutkan tahun depan.
Pemerintah masih mencari pihak swasta yang akan diajak bekerja sama untuk melanjutkan proyek jalan tol tersebut.
”Banyuwangi tetap prioritas karena saat ini sudah menjadi tujuan wisata utama sebelum ke Bali. Tahun depan (proyek pembangunan tol) akan dilanjutkan,” tandas Sumail. (fre/aif/c1)
Editor : Ali Sodiqin