Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Kapal Rumah Sakit Terapung Laksamana Malahayati Sandar di Banyuwangi, Siap Beri Layanan Pengobatan Gratis

Fredy Rizki Manunggal • Sabtu, 7 Oktober 2023 | 00:00 WIB
BERKELIR MERAH: Kapal RS Terapung Laksamana Malahayati yang mengangkut 20 kru bersandar di dermaga Banyuwangi Beach, Kamis (5/10).
BERKELIR MERAH: Kapal RS Terapung Laksamana Malahayati yang mengangkut 20 kru bersandar di dermaga Banyuwangi Beach, Kamis (5/10).

RadarBanyuwangi.id – Kapal Rumah Sakit (RS) Terapung Laksamana Malahayati bersandar di dermaga Banyuwangi Beach, Desa Ketapang, Kecamatan Kalipuro, Banyuwangi, Kamis (5/10).

Armada laut milik Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) itu membawa misi pengobatan gratis ke beberapa wilayah di nusantara, termasuk Banyuwangi.

Begitu merapat di dermaga Banyuwangi Beach, sejumlah warga langsung mendekati kapal berukuran 9 x 30 meter tersebut.

Di sisi kiri dan kanan lambang kapal tertulis Rumah Sakit Apung dengan lambang kepala banteng hitam dan moncong putih bertuliskan PDIP Perjuangan.

Kapal tersebut baru saja diluncurkan Presiden RI ke-5 Megawati Soekarnoputri pada 10 Juni 2023 di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta.

”Sejak diresmikan, kapal sudah melakukan puluhan trip dan menjangkau ribuan masyarakat,” ujar Kepala Rumah Sakit Apung Laksamana Malahayati dr Januar Siahaan.

Sebelum ke Banyuwangi, kapal dengan aksesori warna merah tersebut berlayar ke sejumlah tempat di Sumatra.

Kapal tersebut membawa 20 kru, terdiri 12 anak buah kapal (ABK) termasuk kapten. Sebanyak 8 tenaga medis disiapkan untuk melayani pengobatan gratis di setiap tempat yang disinggahi.

”Pelayaran kapal Rumah Sakit Apung Laksamana Malahayati dimulai sejak bulan Juni lalu. Kapal akan berlayar hingga waktu yang belum ditentukan.

Selepas dari Banyuwangi, rencananya kapal akan berlayar ke wilayah timur, meliputi Bali, Sulawesi, Kalimantan, hingga Papua,” beber Januar.

Ketua DPC PDIP Banyuwangi I Made Cahyana Negara ikut masuk ke kapal. Made yang juga Ketua DPRD Banyuwangi sempat memantau kelengkapan dan fasilitas di dalamnya.

Di samping kapal utama yang berfungsi sebagai rumah sakit, terdapat pula kapal yang berukuran lebih kecil yang difungsikan untuk beroperasi di wilayah terpencil.

Made mengatakan, fasilitas RS di dalam kapal sudah disiapkan untuk memberikan layanan pengobatan di wilayah terpencil di pulau Indonesia. Di antaranya, ruang operasi, perawatan, pengobatan, dan ruang lainnya.

”Begitu sandar di Banyuwangi, ada 500 orang yang ikut berobat di kapal Laksamana Malahayati. Mereka akan mendapatkan pelayanan medis secara bergantian,” kata Made. 

Kapal tersebut berada di Banyuwangi sejak Kamis (5/10) hingga Sabtu (7/10). ”Hari ini (kemarin) 200 warga dijadwalkan mengikuti pengobatan gratis. Sisanya dilayani dua hari berikutnya,” imbuh Made.

Sejak diluncurkan di Jakarta pada 10 Juni lalu, kapal RS terapung sudah melakukan perjalanan ke sejumlah tempat di Indonesia.

Kapal tersebut memberikan layanan bagi masyarakat yang jauh dari fasilitas kesehatan, utamanya yang tinggal di pelosok dengan mobilitas yang rendah.

Kapal tersebut juga bisa difungsikan ketika terjadi bencana alam di Indonesia. ”Di Banyuwangi kapal ini baru pertama kali sandar, sekaligus menyosialisasikan bahwa PDI Perjuangan punya kapal rumah sakit apung,” tandas Made. (fre/aif/c1)

Editor : Ali Sodiqin
#pengobatan gratis #terapung #pdi perjuangan #megawati soekarnoputri #rumah sakit #malahayati #banyuwangi