RADAR GENTENG - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Prof Dr Mahfud MD yang namanya santer dalam bursa Calon Wakil Presiden (Cawapres) mendampingi calon presiden (Capres) Ganjar Pranowo, ternyata enggan untuk menanggapi.
Saat bertemu para kiai di Pondok Pesantren Darussalam Blokagung, Banyuwangi, Mahfud MD menyerahkan semuanya kepada partai politik.
“Soal itu (Cawapres), biar partai politik yang menentukan,” kata Mahfud yang kemarin didapuk menjadi nara sumber dalam seminar kebangsaan dengan tema ”Menuju Pemilu 2024 yang Damai dan Bermartabat”.
Menanggapi salah satu peserta seminar yang menanyakan peluangnya menjadi cawapres untuk kontestasi Pilpres Februari 2014, Mahfud enggan untuk menganggapi.
“Itu (pertanyaan tentang peluang jadi cawapres) tidak masuk dalam materi yang saya sampaikan tadi,” katanya.
Dalam seminar tersebut, Mahfud menegaskan datang ke Pondok Pesantren Darussalam Blokagung sebagai petugas negara, yakni Menkopolhukam RI. “Saya datang ke sini melaksanakan tugas,” katanya.
Tujuan seminar kebangsaan, terang dia, untuk memberikan sosialisasi kepada rakyat, dalam hal ini para alim ulama yang diundang datang ke Pesantren Darussalam asuhan KH Ahmad Hisyam Syafaat.
“Tujuannya untuk mengarahkan rakyat memilih melalui Pemilu (pemilihan umum) sesuai dengan haknya tanpa ada paksaan,” ujarnya.
Makanya, menteri yang belum lama ini banyak dibincangkan karena membongkar borok dugaan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) di Kementerian Keuangan (Kemenkeu) RI itu, tidak ingin kunjungannya ini dikait-kaitkan dengan isu politik nasional.
“Makanya tadi saya tidak sebut nama ini, nama itu. Biar masyarakat sendiri (yang menentukan pilihan),” katanya. (sas/abi)
Editor : Ali Sodiqin