RadarBanyuwangi.id – Para istri petinggi Polri melakukan serangkaian kegiatan sosial di Banyuwangi pada Kamis (14/9) lalu.
Malam harinya, mereka dijamu makan malam oleh Bupati Ipuk Fiestiandani di ruang outdoor, belakang Pendapa Sabha Swagata Blambangan.
Istri Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Juliati Septa Dewi Magdalena, mendapatkan cenderamata berupa lukisan gandrung.
Cenderamata yang dihadiahkan kepada Ketua Umum Bhayangkari tersebut dibingkai dengan pigura kayu ulin.
Lukisan itu menggambarkan istri Kapolri sedang menari gandrung didampingi dua penari dengan latar belakang destinasi wisata Agro Wisata Tamansuruh (AWT).
Lukisan tersebut diserahkan oleh Bupati Ipuk didampingi Kapolresta Banyuwangi Kombespol Deddy Foury Millewa beserta istri dan sang pelukis Windu Pamor bersama owner Langgar Art Imam Maskun.
Juliati tak menyangka bakal mendapatkan lukisan gandrung yang menggambarkan dirinya tengah menari gandrung.
Juliati berkali-kali mengucapkan terima kasih atas surprise yang diserahkan Bupati Ipuk didampingi Ketua Cabang Bhayangkari Banyuwangi Reny Deddy Foury. ”Lukisannya sangat bagus,” puji Juliati.
Lukisan tersebut dikerjakan oleh Windu Pamor dan Aan Suryantara selama berhari-hari di padepokan Langgar Art, kawasan Perumahan Griya Wiyata Banyuwangi.
”Lukisan tersebut kami kerjakan bersama-sama. Kadang siang hingga malam untuk menggarap lukisan tersebut,” kata Windu.
Bukan hanya istri Kapolri yang mendapatkan kejutan lukisan. Di sela melakukan kegiatan di Banyuwangi, istri Kapolda Jatim Irjenpol Toni Harmanto, Yesika Toni Harmanto, juga mendapatkan kejutan serupa.
Dalam lukisan tersebut, Yesika digambarkan tengah menari diiringi enam penari dengan latar belakang wisata Djawatan yang penuh pepohonan trembesi.
Lukisan tersebut diserahkan di Langgar Art disaksikan dua peluksinya, Windu Pamor dan Aan Suryantara. Turut menyaksikan Kapolresta Deddy Foury Millewa beserta istri.
Yesika tampak senang melihat lukisan tersebut. Ketua Bhayangkari Jatim tersebut datang bersama rombongan Polresta Banyuwangi di padepokan Langgar Art.
Lukisan yang menggambarkan Yesika menari gandrung tersebut cukup membuatnya kagum.
Lukisan tersebut dirasa cukup mirip dengan dirinya. Yesika juga bangga atas lukisan karya seniman Banyuwangi.
”Wah sangat bagus, wajah saya sangat mirip 100 persen. Pasti tingkat kesulitan membuat lukisan tersebut cukup tinggi. Lukisannya sangat keren. Saya suka sekali,” ujarnya dengan wajah riang.
Kapolresta Banyuwangi Kombespol Deddy Foury Millewa mengatakan, lukisan tersebut merupakan kado dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkari ke-71.
Ibu Kapolda yang juga sebagai Ketua Bhayangkari Jatim tersebut cukup menyukai hasil karya seni.
”Kami berikan kado lukisan khusus Ibu Yesika sebagai kenang-kenangan dari Banyuwangi,” ungkapnya.
Ketua Langgar Art Imam Maskum menjelaskan, lukisan berukuran 150 x 200 cm tersebut murni hasil tangan para seniman asli Banyuwangi, yaitu Aan Suryantara dan Windu Pamor. Menurutnya, tingkat kesulitan untuk membuat lukisan tersebut cukup tinggi.
”Cukup susah, kami harus menggambar sketsa wajah Bu Kapolda terlebih dahulu secara detail agar tidak mengurangi struktur wajah sedikit pun. Meski susah dan memakan waktu 10 hari, Alhamdulillah lukisan untuk kado Bu Kapolda Jatim berhasil diselesaikan,” pungkas Imam. (rio/aif/c1)
Editor : Ali Sodiqin