RadarBanyuwangi.id - Prajurit Korps Marinir TNI AL dengan Singapore Army dan Japan Ground Self-Defense Force (JGSDF) berbagi ilmu militer dengan melaksanakan patroli tempur di Hutan Selogiri, Kecamatan Kalipuro, Banyuwangi, Minggu (3/9).
Kegiatan yang dipimpin Komandan Kompi Latihan Lettu Marinir Gilang Aditya Kanandha tersebut merupakan salah satu materi yang dilatihkan dalam Latihan Gabungan Bersama (Latgabma) Super Garuda Shield (SGS) 2023.
Latihan tersebut bertujuan untuk meningkatkan profesionalisme pada latihan jungle patrol (patroli hutan) prajurit Marinir Indonesia, Singapore Army dan Japan Ground Self-Defense Force (JGSDF).
Lettu Marinir Gilang mengatakan, latihan militer ini mencakup berbagai evolusi pelatihan seperti patroli tempur di hutan. Selain itu dilakukan pula pertukaran untuk berbagai bidang fungsional meliputi perencanaan bersama.
“Dengan latihan perang dan patroli di hutan, akan terbentuk kemampuan prajurit yang profesional, andal dan mampu mengatasi tuntutan tugas di segala bentuk medan yang lebat dan berbukit maupun cuaca yang tidak menentu secara cepat dan senyap,” ujar Lettu Mar Gilang.
Dalam latihan tersebut, Marinir Indonesia diberi tugas berbagi ilmu menangkap ular dan biawak dengan Singapore Army dan JGSDF tentang cara bertahan hidup (jungle survival) di hutan lantas mengolahnya jadi makanan.
Setelah pemberian materi dilanjutkan dengan praktik menangkap dan memasak sejumlah binatang, antara lain biawak dan ular, serta memperkenalkan berbagai jenis tanaman di hutan Selogiri.
Taktik gerilya hutan yang diajarkan TNI akan sangat berguna bagi mereka. (ram/aif)
Editor : Ali Sodiqin