RadarBanyuwangi.id – Sejumlah personel dari berbagai negara melakukan pemanasan jelang Latihan Bersama (Latma) Super Garuda Shield (SGS) 2023.
Rabu (30/8), anggota TNI dan sejumlah negara dari Komando Indo-Pasifik Amerika Serikat menggelar latihan terjun payung. Para tentara tersebut mendarat di kawasan drop zone di lahan persawahan Desa Sukojati, Kecamatan Blimbingsari, Banyuwangi.
Latihan terjun payung tersebut merupakan rangkaian Latma yang akan dibuka hari ini (31/8). Super Garuda Shield (SGS) tahun ini akan digelar di beberapa titik di Surabaya, Banyuwangi, dan Situbondo.
Prajurit dari berbagai negara tersebut melakukan terjun payung dari ketinggian 10 ribu kaki. Mereka meloncat dan terjun dari pesawat.
Satu per satu parasut para penerjun mulai mengembang di angkasa dan melayang-layang hingga mendarat di drop zone yang ditentukan.
Pemanasan terjun payung mendapat pengamanan dari personel TNI AD. Sepanjang jalan desa dijaga petugas mengingat latihan terjun payung banyak disaksikan warga.
Latma terjun payung kemarin menjadi tontonan warga. Ratusan orang berjubel di kawasan persawahan Desa Sukojati. Mereka tampak antusias menyaksikan para prajurit dari berbagai negara yang sedang latihan terjun payung.
”Sudah tiga hari ini berturut-turut ada latihan terjun payung, cuma hari ini (kemarin) yang paling ramai,” ungkap Mustofa, warga setempat.
Menurut Mustofa, warga sangat antusias menyaksikan para prajurit latihan terjun payung. Betapa tidak, sejak dia kecil hingga berusia 45 tahun, baru kali ini ada latihan terjun payung di desanya. Tak heran, banyak masyarakat yang ingin melihat langsung dari dekat.
”Apalagi ada pasukan tentara asing, yang postur tubuhnya tinggi besar,” ungkapnya.
Para penerjun yang telah mendarat langsung disambut anak-anak saat hendak keluar dari drop zone menuju mobil.
Tanpa basa-basi, anak-anak berderet sembari mengulurkan tangannya seolah menyapa para tentara asing tersebut. Para personel berpakaian doreng itu pun membalas sapaan anak-anak dengan penuh keakraban.
Ferdy dan Brian, siswa kelas 4 MI Al Hidayatul Islamiyah Sukojati langsung meminta foto dengan prajurit asing tersebut. ”Saya ingin jadi tentara seperti mereka, bisa terjun payung,” ujarnya polos.
Super Garuda Shield tahun ini merupakan sebuah ajang latihan bersama dengan skala yang cukup besar antara Indonesia dan negara-negara sahabat di kawasan Indo Pasifik.
Dalam latihan yang diselenggarakan di Indonesia, tentunya juga harus menyerap ilmu militer dari negara-negara sahabat. Adapun Latma Super Garuda Shield kali ini akan diikuti oleh 2.810 prajurit TNI dan 2.165 personel negara asing.
Mereka terbagi menjadi dua kelompok, yakni negara yang mengirim personel militer untuk latihan gabungan dan negara observer atau pengamat.
Negara yang mengirim personel militer antara lain Amerika Serikat, Indonesia, Jepang, Australia, Singapura, Inggris, dan Prancis. Sementara itu, negara observer terdiri dari Brunei Darussalam, Brasil, Kanada, Jerman, India, Malaysia, Belanda, Selandia Baru, Papua Nugini, Filipina, Korea Selatan, dan Timor Leste.
Kepala Pusat Penerangan TNI Laksamana Muda TNI Julius Widjojono kepada wartawan di Jakarta menyampaikan, ada 20 negara yang berpartisipasi dan lima negara termasuk Indonesia yang mengirim pasukannya untuk mengikuti rangkaian Super Garuda Shiled ke-17.
”Lima belas negara lainnya mengirim observer (pengamat),” ucap Kapuspen TNI.
Julius menyampaikan, latihan bersama yang rutin digelar tiap tahun itu bakal dibuka pada 31 Agustus 2023. Namun, pihaknya belum dapat mengumumkan informasi lain seperti lokasi latihan atau jumlah prajurit TNI yang dikerahkan untuk latihan bersama itu.
Beberapa pasukan TNI yang terlibat latihan di antaranya Batalyon Infanteri 3 Marinir, Batalyon Infanteri 5 Marinir, serta Batalyon Tank Amfibi (Yontankfib) 2 Marinir. (ddy/aif/c1)
Editor : Ali Sodiqin