RadarBanyuwangi.id – Belasan helikopter yang berada di lapangan satuan Yonif Raider 515 Kostrad di Desa Pakistaji, Kecamatan Kabat, Banyuwangi, menjadi tontonan warga sekitar, Selasa (29/8).
Kehadiran belasan besi terbang tersebut menjadi pemandangan langka yang diabadikan oleh warga.
Suara deru mesin dan baling-baling terdengar jelas di angkasa. Belasan helikopter berjajar rapi di lapangan satuan Yonif Raider 515 Kostrad di Desa Pakistaji, Kecamatan Kabat.
Ada yang parkir dengan ditutup terpal warna hijau. Ada juga yang mengudara di langit Banyuwangi pada pagi hari, siang, bahkan malam hari.
Di sisi lain, sejumlah personel TNI berpakaian doreng bersiaga di jalan raya dan di tepi lapangan. Sebagian dari mereka sedang membersihkan baling-baling helikopter menggunakan galah.
Sementara personel lainnya berbincang sembari memeriksa peralatan di dekat helikopter.
Tidak hanya TNI berpakaian doreng hijau hitam, ada juga personel berpakaian doreng berwarna cokelat krem. Mereka adalah tentara dari negara asing.
Di lengan seragamnya ada bendera negara Amerika. Mereka tampak sibuk di sekitar helikopter.
Pemandangan yang tak kalah menarik adalah deretan warga di seberang jalan yang memperhatikan belasan helikopter berjajar di lapangan Yonif Raider 515 Kostrad.
”Sudah lima hari terakhir ini ada helikopter berkeliling, tapi hari ini (kemarin) yang terbang lumayan banyak dan bergantian,” ungkap Samsul, salah seorang warga setempat.
Menurut Samsul, helikopter yang naik turun di lapangan tersebut menjadi pemandangan tersendiri bagi warga.
Pasalnya, pemandangan tersebut tergolong langka. Apalagi, helikopter tersebut juga dilengkapi dengan persenjataan.
”Saya biasanya melihat di televisi, kalau ini saya lihat dengan mata kepala sendiri. Ternyata helikopter juga ada senjatanya,” jelas bapak tiga anak ini.
Semakin sore, warga yang datang untuk menyaksikan helikopter semakin banyak. Bahkan, warga rela berderet di seberang jalan hanya untuk menyaksikan para pasukan TNI melakukan aktivitas di sekitar heli.
”Senang saja melihat tentara dan helikopter naik turun, sekalian mencari hiburan sama anak-anak,” ucap Andi, warga Desa/Kecamatan Rogojampi.
Meskipun tidak bisa melihat langsung dari jarak dekat, Andi mengaku sudah lega bisa mengajak putranya melihat langsung helikopter, mulai belum terbang sampai terbang dan kembali lagi ke posisi awal.
”Yang menarik saat hendak terbang dan terbang rendah, empasan angin dari baling-baling terasa sekali,” katanya.
Banyaknya warga yang menyaksikan helikopter di lapangan menjadi berkah bagi sejumlah pedagang.
Gatot misalnya, pedagang pentol cilok ini mengaku sudah dua hari terakhir berjualan di sekitar lapangan Yonif Raider 515 Kostrad.
”Syukur ada pos mangkal baru. Lumayan banyak pembeli,” bebernya.
Belasan helikopter perang tersebut menjadi bagian dari persiapan Latihan Bersama (Latma) Super Garuda Shield 2023 yang akan digelar mulai 31 Agustus hingga 13 September 2023 nanti.
TNI akan melaksanakan Latihan Gabungan (Latgab) di Puslatpur Marinir Baluran.
Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Laksamana Muda Julius Widjojono mengatakan, rangkaian pelaksanaan latma akan dimulai pada 31 Agustus 2023.
”SGS (Super Garuda Shield) rencana akan dibuka pada 31 Agustus sampai 13 September 2023,” jelasnya.
Julius menyebutkan, ada 20 negara yang terlibat dalam latihan gabungan militer itu, termasuk Indonesia. Empat negara di antaranya akan mengirimkan pasukan beserta kapal perangnya.
”Empat negara plus Indonesia (lima negara) mengirimkan pasukan, sedangkan 15 negara mengirimkan observer,” ujar Julius.
Garuda Shield adalah latihan bersama dan gabungan tahunan antara TNI dan Komando Indo-Pasifik AS.
Latihan militer Garuda Shield dirancang untuk memperkuat interoperabilitas, kemampuan, rasa saling percaya, dan kerja sama yang telah dibangun dari pengalaman bersama selama beberapa dekade.
Sebagai tuan rumah, TNI tentunya bersiap untuk menyambut tentara pilihan dari berbagai negara. Bukan hanya tentaranya saja yang diikutsertakan.
Tapi berbagai alat utama sistem senjata (alutsista) juga didatangkan oleh negara-negara peserta latgab.
Dalam latihan yang diselenggarakan di Indonesia, selain melaksanakan latihan gabungan secara bersama-sama, tentunya juga harus menyerap ilmu militer dari negara-negara sahabat.
Adapun Latma Super Garuda Shield kali ini akan diikuti oleh 2.810 prajurit TNI dan 2.165 personel negara asing. (ddy/aif/c1)
Editor : Ali Sodiqin