Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Muatan di Pelabuhan Jangkar Sepi, Dua Kapal Pilih Engker di Pelabuhan Lembar NTB

Fredy Rizki Manunggal • Senin, 21 Agustus 2023 | 23:05 WIB
TAK TERISI PENUH: Isi muatan KMP Jambo X saat melayani penyeberangan dari Pelabuhan Jangkar, Situbondo menuju Lembar, NTB, Rabu lalu (16/8/23)
TAK TERISI PENUH: Isi muatan KMP Jambo X saat melayani penyeberangan dari Pelabuhan Jangkar, Situbondo menuju Lembar, NTB, Rabu lalu (16/8/23)

RadarBanyuwangi.id – Trayek Long Distance Ferry (LDF) dari Pelabuhan Jangkar, Situbondo, menuju Pelabuhan Lembar, Lombok, Nusa Tenggara Barat, tampaknya perlu dievaluasi.

Empat hari berjalan, total dua kapal yang melayani perjalanan antar provinsi itu hanya mengangkut 11 kendaraan saja.

Dari data DPC Gapasdap Banyuwangi, penyeberangan hari pertama dari Jangkar mengangkut 3 truk besar dan 4 kendaraan kecil yang diangkut KMP Jatra II.

Kemudian di hari kedua ada 3 truk besar yang diangkut KMP Jambo X dari pelabuhan Jangkar. Angka tersebut menurut Ketua DPC Gapasda Banyuwangi, I Putu Widiana jauh dari harapan yang ditargetkan.

"Saat ini kedua kapal masih engker di Lembar, karena tidak ada muatan dari sana," kata pria asal Tabanan itu.

Putu pun mengungkapkan, kondisi tersebut akan menjadi evaluasi. Apalagi, pria yang juga menjadi kepala cabang PT Dutabahari Menara Line itu menjadi satu-satunya perusahaan swasta yang beroperasi di Jangkar, selain ASDP.

"Sementara di jalur Ketapang yang menuju Lembar, banyak kendaraan yang antre untuk bisa masuk ke kapal. Ini perlu segera dievaluasi," tegasnya.

GM PT ASDP Ketapang-Gilimanuk, Syamsudin saat dikonfirmasi terkait progres Jangkar-Lembar masih enggan berkomentar lebih jauh.

Dia mengatakan masih akan menggelar rapat untuk membicarakan perkembangan rute Situbondo-Mataram itu. “Masih akan kita evaluasi, nanti akan kita sampaikan bagaimana keputusanya,” tegasnya.

Sementara itu, Koordinator Asosiasi Sopir Logistik Indonesia (ASLI) Slamet Barokah mengatakan dijalankanya rute Jangkar-Lembar mulai benar-benar dirasakan sopir logistik yang berada di Banyuwangi.

Mereka harus menunggu antara dua sampai lima hari hanya untuk bisa menyeberang ke Lembar. "Hari ini (kemarin) tiga kapal dok, jadi hanya dua yang beroperasi. Antrean di kantung parkir Banyuwangi Beach jadi semakin panjang," kata Slamet.

Dia menambahkan, hal tersebut sebenarnya sudah diprediksinya sejak awal. Karena dengan jumlah kapal normal saja, pelabuhan Ketapang sudah kewalahan menangani para sopir logistik.

Apalagi, ketika dua kapal yang seharusnya melayani rute Ketapang-Lembar dialihkan ke Jangkar.

"Kita juga kasihan kepada pemilik kapal. Mereka pasti rugi karena muatanya banyak kosong. Padahal di Ketapang sendiri kendaraan sampai antre berhari-hari," tegasnya.

Dia pun berharap, kondisi tersebut bisa menjadi evaluasi bagi pemerintah pusat terutama Dirjen Perhubungan Darat. Jika rute Jangkar-Lembar tidak seefektif yang diprediksi.

"Gapasdap dan ASDP Kita lihat sudah berupaya, tapi di sisi lain Ketapang juga butuh armada. Sekarang antrean sungguh miris,"tandasnya. (fre)

Editor : Ali Sodiqin
#jangkar-lembar #pelabuhan lembar #gilimanuk #pelabuhan jangkar #asdp ketapang #gapasdap