RadarBanyuwangi.id – Raut bahagia Kamis (17/8) terpancar dari wajah pasangan suami istri Muhammad Sofyan, 28, dan Rika Rahim, 27, asal Desa Tamansari, Kecamatan Licin, Banyuwangi.
Putri kedua dari pasangan tersebut lahir bertepatan dengan HUT Kemerdekaan RI ke-78 yang jatuh pada tanggal 17 Agustus.
Bayi berkelamin perempuan tersebut diberi nama Queensha Shofia Elshanum. Bayi berbobot 2,8 kg tersebut lahir dengan persalinan normal pada pukul 00.15 di RSUD Blambangan.
Bayi tersebut mendapat perlakuan istimewa dengan balutan kain merah dan diberi hiasan pita merah putih.
Sang ayah, Muhammad Sofyan, tak menyangka buah hatinya lahir pada tanggal 17 Agustus. Padahal, menurut perkiraan dokter, bayi tersebut lahir bulan depan.
”Senang dan tidak disangka-sangka. Padahal prediksi dokter lahirnya tanggal 19 bulan September,” kata Sofyan.
Sofyan berharap, tanggal cantik 17 Agustus akan menjadi simbol baik yang melapangkan rezeki si bayi. ”Semoga ke depan membawa rezeki yang baik karena kelahirannya dirayakan banyak orang,” ungkapnya.
Plt Direktur RSUD Blambangan Abdul Latif mengatakan, ada tiga ibu hamil lain yang sedianya dijadwalkan lahir bertepatan tanggal 17 Agustus.
Namun, Latif tak bisa memastikan waktunya karena acuan tersebut hanya berdasarkan hari perkiraan lahir (HPL).
”Tiga ibu hamil tersebut sudah berada di RSUD Blambangan, tinggal jam berapa melahirkan,” kata mantan Camat Blimbingsari itu,
Setiap tahun, RSUD Blambangan memberikan kado istimewa bagi bayi yang lahir di momen kemerdekaan. Biasanya RSUD akan memberikan sedikit tali asih kepada orang tua bayi.
Pascakelahiran buah hatinya, keluarga Sofyan langsung menerima berkas administrasi kependudukan (adminduk) dari Dispendukcapil Banyuwangi.
Mulai dari akta kelahiran, Kartu Identitas Anak (KIA), dan Kartu Keluarga (KK). Berkas-berkas tersebut diserahkan langsung oleh Kepala Dispendukcapil Djuang Pribadi.
Djuang mengatakan, Dispendukcapil punya program kolaborasi bernama ”Lahir Procot Pulang Bawa Akta”. Program tersebut memberikan kemudahan, sebab keluarga bayi tidak perlu repot mengurus ke Dispendukcapil.
”Saat ini dokumen kependudukan sangat penting. Semua layanan publik berbasis NIK,” tandasnya. (fre/aif/c1)
Editor : Ali Sodiqin