RadarBanyuwangi.id – Ribuan warga nahdliyin bersama pengurus PCNU Banyuwangi ikut merayakan HUT Kemerdekaan RI, Kamis (17/8).
Mereka menggelar upacara di RTH Kedayunan, Kabat. Peserta putra mengenakan sarung dan berkopiah. Sedangkan yang perempuan mengenakan rok panjang dan berkerudung.
Sebelum upacara, peserta upacara berzikir dan melantunkan doa kebangsaan yang dipimpin langsung oleh kiai-kiai NU Banyuwangi.
”Inilah tradisi kami di NU. Upacara bukan seremonial kenegaraan saja, melainkan ada nilai-nilai keagamaan dengan mendoakan pahlawan yang telah gugur serta mendoakan bangsa dan negeri tercinta agar senantiasa dilimpahkan keberkahan dan keselamatan,” ujar Ketua PCNU Banyuwangi Mohammad Ali Makki Zaini.
Usai memanjatkan zikir dan doa, anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser) mulai menata barisan untuk mempersiapkan upacara bendera.
Seluruh petugas upacara merupakan pengurus NU. Mulai komandan upacara, pasukan pengibar bendera, hingga pasukan paduan suara dipercayakan kepada badan otonom (banom) NU.
Usai melaksanakan upacara bendera bertajuk ”Kenduri Kebangsaan”, ribuan warga nahdliyin tidak langsung pulang.
Mereka duduk di tengah lapangan untuk mengikuti kenduri dengan menyantap nasi bungkus bersama-sama. Seluruh peserta upacara bersatu dengan alim ulama dan kiai pengasuh pondok pesantren sembari menyantap nasi yang dibungkus daun pisang.
Usai menyantap nasi bungkus, seluruh peserta upacara membuang sampah di tempat yang telah disediakan.
Praktis, kondisi RTH Kedayunan tetap terjaga kebersihannya. Setelah upacara, Lembaga Amil Zakat Infaq dan Shodaqoh Nahdlatul Ulama membagikan tali asih kepada 78 orang veteran se-Banyuwangi. (ddy/aif/c1)
Editor : Ali Sodiqin