RadarBanyuwangi.id – Menghadapi musim kemarau, warga Banyuwangi diimbau untuk waspada. Berdasarkan pemantauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), seluruh wilayah Banyuwangi sudah memasuki musim kemarau.
Musim kemarau tahun ini bakal lebih dahsyat akibat fenomena El Nino yang semakin kuat. Dampak El Nino juga mengakibatkan suhu panas matahari semakin tinggi, bahkan bisa memicu kebakaran hutan dan lahan serta kekeringan.
”Cuaca di Banyuwangi saat ini sudah memasuki musim kemarau. Musim kemarau akan mengalami puncaknya pada pertengahan Agustus hingga September,” ujar prakirawan BMKG Banyuwangi Anjar Triyono.
Suhu panas di Banyuwangi mencapai 25 hingga 30 derajat Celsius. Suhu tersebut terbilang cukup panas meski kelembapan mencapai 55 persen.
”Suhu panas diakibatkan tidak adanya awan yang menyerap panas. Panas matahari langsung tembus ke bumi,” paparnya.
Untuk mengantisipasi musim kemarau tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banyuwangi sudah memiliki skema tersendiri. Di antaranya menyiapkan tangki air dan menyiagakan seluruh personel.
”Selama puncak musim kemarau, kami hanya bisa melakukan antisipasi semua bencana alam, termasuk kekeringan serta kebakaran hutan dan lahan,” ujar Sekretaris BPBD Banyuwangi Mujito.
Mujito mengatakan, pihaknya juga telah menyiagakan seluruh personel. Baik personel di markas BPBD Banyuwangi maupun kecamatan.
”Personel BPBD dan tim reaksi cepat (TRC) kami siagakan selama 24 jam,” katanya.
Mujito menambahkan, musim kemarau tahun ini memang diprediksi cukup panjang sehingga diperlukan tangki air untuk mengantisipasi kekeringan di sejumlah wilayah yang rawan kekeringan.
”Tangki air kami siapkan, sewaktu-waktu dibutuhkan bisa langsung dikirim ke lokasi,” tandasnya. (rio/aif/c1)
Editor : Ali Sodiqin