RadarBanyuwangi.id – Ada yang berbeda dari rekrutmen Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tahun 2023 ini. Pemerintah akan mengurangi rekrutmen pada formasi yang terdampak transformasi digital.
Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB) Abdullah Azwar Anas menjelaskan, pada kebijakan ASN 2023–2050, pemerintah telah memetakan instansi yang positive growth dan negative growth.
Khusus untuk yang negative growth, menurut Anas, tidak dibutuhkan rekrutmen pegawai baru. ”Sehingga mereka yang pensiun tidak harus diisi lagi karena sudah digantikan digital,” ujar Anas seperti dilansir dari laman JawaPos.com.
Mantan Bupati Banyuwangi itu mencontohkan, di Badan Kepegawaian Negara (BKN), ada satu bagian yang memiliki pegawai hingga 500 orang. Namun, saat ini jumlah mereka hanya tersisa 30 orang karena terdampak transformasi digital.
Seperti diberitakan sebelumnya, pemerintah resmi membuka rekrutmen Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2023. Ada 572.496 formasi CPNS yang dibuka.
Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB) Abdullah Azwar Anas mengatakan, dari 572.496 formasi CPNS tahun ini, akan ada kuota khusus.
Apa itu? Anas menjelaskan, ada kuota khusus bagi fresh graduate di bidang talenta digital dan data scientist. Hal itu sesuai arahan Presiden Joko Widodo untuk melakukan digitalisasi di semua sektor.
”Karenanya, tahun ini ada rekrutmen untuk PNS talenta digital yang fresh graduate,” ujar Anas dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Persiapan Pengadaan ASN 2023 di Jakarta, Kamis (3/8).
Dalam rakor tersebut, Presiden Joko Widodo diwakili Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. Hadir juga Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nadiem Makarim.
Selain itu, rakor juga dihadiri Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono, serta para pejabat pembina kepegawaian se-Indonesia.
Anas menjelaskan, dari total 572.496 formasi, 80 persen diantaranya untuk pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK).
Sedangkan yang 20 persen diperuntukkan bagi fresh graduate di bidang talenta digital dan data scientist. (mia/fal)
Editor : Ali Sodiqin