RadarBanyuwangi.id – Kepala Staf TNI Angkatan Darat (Kasad) Jenderal Dudung Abdurrachman mendukung perkembangan destinasi wisata berbasis alam dan budaya.
Dukungan itu disampaikan saat jenderal bintang empat tersebut berkunjung ke Banyuwangi, Senin malam (31/7).
Mantan Pangkostrad itu juga mendukung upaya Pemkab Banyuwangi dalam mengembangkan wisata sejarah. Seperti halnya merevitalisasi kompleks Inggrisan yang memiliki nilai historis tinggi.
”Ini (Inggrisan) segera dikosongi dan dikembangkan menjadi destinasi wisata,” tegasnya di sela ramah tamah dengan Bupati Ipuk Fiestiandani dan Menpan-RB Abdullah Azwar Anas di Pendapa Sabha Swagata Blambangan.
Untuk memastikan imbauannya segera dilaksanakan, dalam waktu dekat Dudung akan segera kembali ke Banyuwangi. ”Kami ingin pastikan ini segera terwujud,” imbuhnya.
Saat itu juga, Dudung langsung memerintahkan Kepala Staf Logistik TNI AD dan Dandim 0825 Banyuwangi Letkol (Kav) Eko Julianto Ramadan untuk segera mengosongkan Inggrisan dengan deadline tanggal 17 Agustus nanti.
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menyambut baik dukungan dari Jenderal Dudung. Menurutnya, dukungan tersebut dapat mendorong pertumbuhan wisata di Banyuwangi.
”Terima kasih atas dukungannya Jenderal Dudung. Jika kompleks Inggrisan ini dapat dikelola secara maksimal, tentu saja akan memberikan dampak signifikan dalam pengembangan wisata berbasis sejarah di Banyuwangi,” terang Ipuk.
Gedung Inggrisan dibangun pada tahun 1889. Bangunan yang menjadi cagar budaya itu merupakan kantor dagang Inggris yang didirikan oleh British East India Company (BEIC).
Di gedung tersebut juga terjejak bekas kabel telegram yang menghubungkan Banyuwangi dengan Kota Broome di Australia. Kabel ini terkoneksi hingga ke Eropa dan Afrika.
Jenderal Dudung datang ke Banyuwangi dalam rangka meninjau Latihan Gabungan (Latgab) yang diikuti tiga matra, yaitu TNI AD, AU, dan AL.
Latgab yang berlangsung selama dua hari tersebut berlangsung di Asembagus, Situbondo, Senin (31/7) hingga Selasa (1/8).
Dudung juga memuji perkembangan pariwisata di Banyuwangi. Dia mengaku terus mengikuti perkembangan kabupaten ujung timur Pulau Jawa ini.
”Saya banyak mendengar dan cukup mengikuti perkembangan Banyuwangi. Kebetulan paman saya, Mayjen Suwarno Adiwijoyo tinggal di sini (Banyuwangi) dan banyak bercerita,” ungkapnya saat makan malam di Pendapa Sabha Swagata Blambangan. (rei/aif/c1)
Editor : Ali Sodiqin