Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Nilai Operasi Pasar Elpiji 3 Kg Hanya Solusi Sesaat, Dewan: Urusan Weteng Dadi Peteng

Gareta Yoga Eka Wardani • Selasa, 25 Juli 2023 | 19:30 WIB
Ribuan warga Banyuwangi antre gas elpiji 3 kilogram dalam operasi pasar di Taman Blambangan dan Gedung Juang Banyuwangi, Senin (24/7).
Ribuan warga Banyuwangi antre gas elpiji 3 kilogram dalam operasi pasar di Taman Blambangan dan Gedung Juang Banyuwangi, Senin (24/7).

RadarBanyuwangi.id – Komisi II DPRD Banyuwangi mendesak eksekutif memberikan solusi efektif dan tepat dalam mengatasi kelangkaan gas elpiji bersubsidi.

Dewan menilai, operasi pasar murah elpiji tabung 3 kilogram (kg) yang telah digelar di sejumlah titik di Bumi Blambangan hanyalah solusi jangka pendek untuk menenangkan masyarakat.

Ketua Komisi II DPRD Banyuwangi Siti Mafrochatin Ni’mah mengatakan, operasi pasar elpiji tabung warna hijau alias tabung ”melon” tersebut merupakan solusi sementara permasalahan kelangkaan gas.

Dia mendesak eksekutif cepat tanggap dan menemukan serta mengatasi akar permasalahan yang membuat masyarakat kesulitan tersebut.

Ni’mah menuturkan, permasalahan kelangkaan gas elpiji bersubsidi berkaitan dengan keamanan dan kenyamanan masyarakat.

”Jangan sampai masyarakat kelaparan karena tidak ada gas untuk masak. Ini kan menimbulkan urusan weteng dadi peteng (perut jadi gelap, Red) bagi masyarakat,” ujarnya, Senin (24/7).

Para anggota Komisi II telah melakukan inspeksi mendadak di masing-masing daerah pada Jumat (21/7) dan Sabtu (22/7) lalu. Hasilnya, dewan menemukan kenyataan bahwa distribusi gas kepada agen atau pun pengecer mengalami penurunan dalam kurun dua bulan terakhir.

Ni’mah mengatakan, kondisi tersebut tidak sejalan dengan pernyataan sejumlah pihak terkait saat Komisi II DPRD menggelar rapat dengar pendapat (hearing) Jumat (21/7) lalu.

Kala itu, pihak Pertamina menyatakan bahwa kuota gas elpiji di Banyuwangi masih tetap atau normal. Namun, kenyataan di lapangan menunjukkan ada penurunan distribusi sebesar 10 persen.

”Stok gas di pengecer malah banyak yang kosong. Jadi pengiriman telat-telat dan dikurangi. Bahkan, jumlah yang normal biasanya 10 hanya dapat 5 tabung. Jadi tidak seperti pengajuan sesuai dengan informasi yang kami dapatkan. Kalau memang yang disampaikan kepada kami normal, kenapa kok ada masalah di agen, ada informasi pengurangan 10 persen selama dua bulan ini,” imbuhnya.

Ni’mah mengaku prihatin dengan kondisi masyarakat Banyuwangi saat ini akibat kelangkaan gas elpiji 3 kg. Apalagi, perekonomian masyarakat belum sepenuhnya pulih setelah terdampak pandemi Covid-19.

Ni’mah mengaku khawatir ada mafia yang mengambil keuntungan dengan menyalahgunakan gas bersubsidi di Banyuwangi. Gas elpiji bersubsidi dioplos dan dimasukkan ke tabung gas elpiji nonsubsidi.

Karena itu, pihaknya meminta eksekutif segera melakukan tindakan yang mampu menekan permasalahan yang tengah terjadi. Ni’mah juga meminta eksekutif memberikan imbauan kepada pengelola hotel dan restoran untuk menggunakan gas elpiji nonsubsidi.

”Saya minta kepada dinas terkait agar bertindak cepat dan tepat. Jangan mengatasi masalah ini hanya sekadar operasi pasar. Mungkin operasi pasar ini untuk mengatasi sifatnya sementara. Tapi akar masalahnya apa ini harus diselesaikan,” pungkas Ni’mah. (rei/sgt/c1)

Editor : Ali Sodiqin
#elpiji #DPRD Banyuwangi #solusi #operasi pasar #3 kg #gas #subsidi