Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Muhammadiyah Gelar Salat Idul Adha Lebih Awal di 45 Lokasi se-Banyuwangi

Fredy Rizki Manunggal • Jumat, 30 Juni 2023 | 18:30 WIB
KHUSYUK: Warga Muhammadiyah melaksanakan salat Idul Adha di Taman Blambangan, Rabu (28/6). Ada 45 titik lokasi untuk salat Id kemarin yang tersebar di seluruh Banyuwangi.
KHUSYUK: Warga Muhammadiyah melaksanakan salat Idul Adha di Taman Blambangan, Rabu (28/6). Ada 45 titik lokasi untuk salat Id kemarin yang tersebar di seluruh Banyuwangi.

RadarBanyuwangi.id – Warga Muhammadiyah menggelar salat Idul Adha di Taman Blambangan Banyuwangi Rabu (28/6). Ribuan orang tumplek blek di tanah lapang untuk melaksanakan salat Id.

Selain di Taman Blambangan, ada 45 titik yang dijadikan tempat untuk salat Id. Di antaranya lapangan SDN Kebalenan, lapangan Giri, Masjid Al Huda Sumberrejo, PRM Plampangrejo Cluring, RTH Karangharjo Glenmore, RTH Singojuruh, RTH Maron, dan beberapa lokasi lainnya.

Di Taman Blambangan, ribuan orang memadati lapangan sejak pukul 05.30. Aparat kepolisian bersama sejumlah petugas dari instansi lain turut mengamankan ruas jalan menuju Taman Blambangan. Jalan dr Sutomo ditutup total dan difungsikan sebagai tempat parkir jemaah. Selain itu, rekayasa lalu lintas di sekitar Taman Blambangan juga dilakukan untuk memperlancar arus lalu lintas di kawasan tersebut.

Salat Id di Taman Blambangan tak hanya diikuti orang dewasa. Anak-anak hingga lansia ikut salat bersama. Salat Idul Adha yang bertepatan dengan awal cuti bersama juga dimanfaatkan ribuan warga yang mudik untuk bisa beribadah bersama. Salah satunya pelatih timnas balap sepeda Dadang Haries Purnomo yang ikut salat Id di Taman Blambangan.

Dalam khotbahnya, khatib salat Id Muhammad Malik mengatakan, perbedaan Hari Raya Idul Adha pada tahun ini harus dibarengi dengan sikap saling menghormati sehingga bisa menjadi landasan untuk bersatu. Momentum Idul Adha yang dikisahkan melalui pengorbanan Nabi Ibrahim AS dan anaknya, Ismail AS, merupakan contoh ketakwaan yang patut dijadikan teladan bagi umat muslim di seluruh dunia.

”Kita merayakan Idul Adha dengan segala aktivitas ritualnya tidak lepas dengan sejarah pengorbanan keluarga Nabi Ibrahim AS yang hingga sekarang menjadi teladan bagi umat muslim,” ungkap khatib asal Bondowoso tersebut.

Sekretaris Pimpinan Daerah Muhammadiyah Banyuwangi Mufti Syafii mengatakan, salat Idul Adha digelar di 45 titik se-Banyuwangi. Jumlah jemaah yang ikut salat Id di masing-masing titik bervariasi, antara 200 hingga seribu orang.      

Meski menggelar salat Id lebih awal, mayoritas hewan kurban dari jemaah Muhammadiyah akan disembelih pada Kamis (29/6). ”Pimpinan pusat mengimbau agar kami menghormati saudara-saudara kita yang masih menjalankan puasa Arafah,” imbuhnya.

Mufti mengatakan, ada beberapa kecamatan di Banyuwangi yang sudah mengawali menyembelih hewan kurban. Penyembelihan dimulai hari ini karena jumlah ternaknya sangat banyak. Jika tidak diawali, dikhawatirkan penyembelihan tak rampung hingga usai hari Tasyrik. ”Salah satu yang mengawali penyembelihan hewan kurban di Purwoharjo, jumlah sapinya 101 ekor. Jadi, penyembelihan dimulai hari ini (kemarin),” tandasnya. (fre/aif/c1)

Editor : Ali Sodiqin
#idul adha #Taman Blambangan #Arafah #kurban #salat id #muhammadiyah