Peningkatan jumlah penumpang tersebut ditengarai merupakan imbas adanya kelonggaran peraturan bagi penumpang pesawat terbang. Maklum, pada tahun 2022 lalu masih ada pemberlakuan syarat penerbangan, termasuk syarat hasil tes polymerase chain reaction (PCR) negatif.
PT Angkasa Pura II (Persero) Bandara Banyuwangi mencatat, jumlah penumpang yang datang dan pergi dari bandara di ujung timur Pulau Jawa ini pada periode Januari hingga Mei 2022 sebanyak 37.631 orang. Sedangkan pada periode yang sama tahun 2023 ini tercatat 52.593 penumpang. ”Dari jumlah tahun lalu ada kenaikan penumpang pesawat hingga 40 persen,” ujar Executive General Manager (EGM) PT Angkasa Pura II Bandara Internasional Banyuwangi Indrawansyah.
Menurut Indrawansyah, selain karena kondisi yang berangsur normal pascapandemi Covid-19, peningkatan jumlah penumpang pesawat juga disebabkan rangkaian festival yang diselenggarakan Pemkab Banyuwangi. ”Kunjungan wisatawan ke Banyuwangi juga turut mendongkrak pergerakan jumlah penumpang pesawat di Bandara Banyuwangi. Belum lagi, Bandara Banyuwangi juga dijadikan sebagai tempat pemberangkatan jemaah umrah,” terangnya.
Pada Mei lalu, lanjut Indrawansyah, jumlah penumpang yang datang di Bandara Banyuwangi mencapai 6.233 penumpang. Sedangkan penumpang yang berangkat dari bandara kebanggaan masyarakat Banyuwangi tersebut mencapai 6.430 orang. Total jumlah penumpang pada bulan Mei ini tercatat 12.663 orang. ”Rata-rata jumlah penumpang per hari mencapai 408 orang,” pungkasnya. (ddy/sgt/c1) Editor : Syaifuddin Mahmud