”Proses pembangunan tol Probowangi dari Gending hingga Besuki sudah terselesaikan 88 persen. Kemungkinan besar pembangunan bakal terselesaikan pada awal tahun 2024. Kalau sudah selesai tentu jalan tol bisa dinikmati oleh warga Situbondo dan warga se-Indonesia,” kata Sumail.
Kata Sumail, ada beberapa faktor penyebab pembangunan tol Probowangi tersendat. Salah satunya yakni tanah yang akan dilewati masih tidak bisa dikuasai seratus persen karena adanya konflik keluarga pemilik lahan terkait hak waris.
”Kendala yang dialami pembangunan tol hanya warga yang konflik hak waris. Makanya, kami meminta kepada PPK pengadaan lahan untuk terjun ke masyarakat dan mendahulukan ganti rugi yang sudah klir,” ujar Sumail.
Dia sangat berharap tol Probowangi tidak hanya berhenti di Kacamatan Besuki saja, tetapi dilanjutkan hingga tersambung ke Kabupaten Banyuwangi. Masalahnya, ada beberapa pertimbangan yang membuat proyek pembangunan tol Probowangi tersendat. Beberapa pihak mengatakan bahwa tol Probowangi itu okupansinya masih jarang. Sehingga, kurang menarik minat pebisnis jalan tol.
”Ini kan yang melakukan semuanya swasta, termasuk Wijaya Karya, Waskita Karya, dan yang lain-lain. Tapi saya kira semua kontraktor atau penyedia jasa adalah merah putih dan kepentingannya memberikan layanan agar pengiriman barang mudah dan cepat. Ya semoga saja tersambung hingga Banyuwangi,” harap Sumail. (hum/pri/c1) Editor : Muhammad Khoirul Rizal