Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

13.868 Petani Buah Naga di Banyuwangi Manfaatkan Electrifying Agriculture PLN

Gerda Sukarno Prayudha • Kamis, 25 Mei 2023 | 18:10 WIB
KONSISTEN: PLN membangun fasilitas green house untuk mendukung pengembangan inovasi pertanian buah naga. (PLN Untuk RadarBanyuwangi.id)
KONSISTEN: PLN membangun fasilitas green house untuk mendukung pengembangan inovasi pertanian buah naga. (PLN Untuk RadarBanyuwangi.id)
BANYUWANGI, Jawa Pos Radar Banyuwangi – Agrowisata buah naga binaan PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Jawa Timur terus melakukan inovasi.  Tujuannya untuk pengembangan pertanian dan pemanfaatan buah naga untuk bahan olahan makanan.

Kawasan Agrowisata Naga Listrik akan berfokus untuk mengembangkan green house khusus untuk buah naga varian baru. Kebun buah naga yang terletak di Pesanggaran kini tidak hanya memperkenalkan buah naga merah mawar pada masyarakat. Kebun tersebut juga menyediakan buah naga putih, naga kuning golden, naga kuning palora, naga hitam, dan naga oranye.

Varian baru pada tanaman buah naga merupakan hasil kreasi petani di berbagai daerah yang menciptakan hasil buah yang unik. ”Pusat edukasi green house nantinya akan menjadi yang pionir dalam inovasi-inovasi buah naga ke depannya. Tak hanya untuk pengunjung wisata, kami berharap lokasi ini bisa menjadi tempat edukasi untuk kalangan pelajar, mahasiswa, atau pun akademisi,” jelas Senior Manager Komunikasi dan Umum PT PLN (Persero) UID Jawa Timur Kemas Abdul Gaffur.

Hal tersebut sejalan dengan kebutuhan kunjungan di kawasan Agrowisata Naga Listrik. Tahun 2022, kunjungan mahasiswa untuk penelitian maupun KKN meningkat dua kali lipat. Pembinaan kawasan Agrowisata Naga Listrik yang dilakukan PLN sejak tahun 2020 hingga kini telah berhasil menarik perhatian wisatawan lokal dan mancanegara.

Saat ini pemanfaatan lampu untuk kebun buah naga telah diaplikasikan pada jenis buah naga merah, buah naga putih, buah naga kuning golden, dan buah naga kuning palora. Perbedaan masa tanam pada setiap jenis buah naga  menjadi perhatian petani buah naga dalam mengatur masa tanam.

”Untuk setiap varian ada yang 46 hari, bahkan  sampai 150 hari untuk sekali panen. Setiap jenis butuh waktu yang berbeda, pengaturan waktu tanam juga berbeda,” ujar Ketua Pokdarwis Sekar Naga Arum Nanang Sugianto.

Nanang memaparkan, yang dijadikan sarana edukasi merupakan lahan agrowisata petik buah produktif. Sehingga, para petani mengupayakan agar kebun selalu memiliki buah yang dapat dipetik pengunjung pada varian yang berbeda.

”Kabupaten Banyuwangi secara rata-rata tahunan memproduksi 82.544 ton buah naga sehingga menjadi pemasok buah naga terbesar di Indonesia. Keberhasilan Banyuwangi sebagai penghasil buah naga tidak lepas dari manfaat penggunaan lampu yang didukung penuh oleh PLN,” kata Nanang.

Saat ini petani buah naga yang memanfaatkan listrik untuk peningkatan produksi atau electrifying agriculture sebanyak 13.868. Sementara pemanfaatan tenaga listrik pada buah naga tahun 2022 mencapai 32,1 MWh. ”Hingga April 2023 konsumsi listrik petani buah naga di Banyuwangi mencapai 11,554 MWh tersebar di wilayah Muncar, Jajag, dan Rogojampi. Jumlah ini meningkat 3,94 persen dari April tahun sebelumnya,” pungkas Kemas. (tar/aif/c1) Editor : Gerda Sukarno Prayudha
#Buah Naga #Strum #Lampup #pln