Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Kerja di Australia, Buruh Migran Asal Tampo, Cluring, Meninggal di Tangerang

Agus Baihaqi • Sabtu, 6 Mei 2023 | 21:03 WIB
Ilustrasi. (Dok.JawaPos.com)
Ilustrasi. (Dok.JawaPos.com)
CLURING, Jawa Pos Radar Genteng – Lagi-lagi kabar duka menyelimuti Buruh Migran Indonesia (BMI) asal Kecamatan Cluring, Kabupaten Banyuwangi. Setelah Indrawati, 39, asal Desa Sraten, yang siksa majikannya di Kuala Lumpur, Malaysia, kini gilirah pejuang rupiah asal Desa Tampo yang bekerja di Australia, meninggal dalam perjalanan pulang karena sakit.

BMI yang bernasib malang itu Siti Maidah, 46. Ibu paro baya itu  meninggal di salah satu kamar kos yang ada di Kota Tangerang, Provinsi Banten. Korban ini telah menginap selama empat hari sebelum menghembuskan nafas terakhirnya. “Akan pulang transit di Tangerang,” terang Slamet Mariyono, 50, mantan suami Siti Maidah.

Menurut Mariyono, Selasa (2/5) sekitar pukul 07.00, Siti mencari nasi uduk di dekat kamar kosnya. Saat antre, tiba-tiba sempoyongan dan tidak sadarkan diri. “Saya dikabari oleh kepolisian setelah memeriksa jenazahnya di rumah sakit,” katanya, Jumat (5/5).

Slamet mengaku kaget saat ditelepon oleh polisi yang mengabarkan istrinya meninggal di Kota Tanggerang. Karena selama ini, tidak pernah mengabarkan tempatnya bekerja. “Saya juga kaget, apalagi di Kota Tangerang itu katanya sudah empat hari,” ujarnya.

Saat pergi ke luar negeri, kata Slamet, Siti tidak pernah memberi tahu akan bekerja di mana. Yang disampaikan, hanya akan kerja di luar negeri. “Dari dulu tidak pernah memberitahu bekerjanya sebagai apa dan dimana,” katanya.

Usai menerima informasi mantan istrinya meninggal, Slamet dan kakak kandung Siti, Indra Al Rodi, 50, pergi menjemput jenazah korban di Kota Tangerang. Meski Slamet dan Siti telah bercerai sejak kepergiannya ke Australia, Slamet masih menganggap perempuan itu sebagai bagian dari keluarganya. “Masih saya anggap ibu dari dua anak saya,” ungkapnya.

Menurut Slamet, istrinya itu sudah beberapa kali bekerja sebagai buruh migran di beberapa negara. Pada 2011 hingga 2013, bekerja di Hongkong. Kemudian pada 2013 hingga 2016, melanjutkan bekerja di Taiwan. Setelah itu, bekerja di China dari 2018 hingga 2022. “Terakhir pergi ke Australia pada November 2022,” terang Slamet.

Slamet menjelaskan, mantan istrinya itu g memiliki riwayat sakit lambung kronis. Diduga, Siti meninggal akibat sakit yang dideritanya itu. “Tadi pagi (kemarin), jenazahnya Siti sampai dan langsung dimakamkan,” jelasnya.

Kepala Desa (Kades) Tampo, Hasim Ashari membenarkan kabar meninggalnya warganya yang selama ini bekerja di Australia itu. “Siti ini warga kami yang tinggal di Dusun Krajan, Desa Tampo. Saat akan pulang dari tempatnya bekerja di Australia, meninggal di Tangerang,” cetusnya.(gas/abi) Editor : Agus Baihaqi
#TKI #buruh migran #TKW #indonesia #banyuwangi