Namun, Sandiaga menyatakan dirinya masih menjadi bagian Partai Gerindra. Hal itu dia tegaskan ke awak media saat tengah melakukan kunjungan kerja (kunker) ke Banyuwangi, Kamis (29/12).
Sandiaga mengaku, pekan lalu dia diundang ke Pondok Pesantren Darul Ulum Banyuanyar oleh salah satu pengurus PPP. Dia mengaku saat itu mendapat banyak aspirasi dari para pendukung Prabowo-Sandi tentang solusi yang harus mereka berikan terkait ekonomi dan destinasi wisata di daerahnya. ”Aspirasi itu disampaikan kepada saya dan tentunya saya terima,” ujarnya.
Sebagai salah satu kader Gerindra, Sandi mengaku akan mendiskusikan aspirasi yang didapat dengan para pimpinan parpol yang dipimpin Prabowo Subianto tersebut. Sandi tetap mengikuti arahan yang diberikan oleh Prabowo selaku Ketua Umum (Ketum) Partai Gerindra untuk fokus terhadap tugas yang masih dia emban sebagai Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf). ”Jadi, itu fokus kita ke depan,” jelasnya.
Sementara itu, Sandi buka suara terhadap komentar Ketua Harian DPP Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad terkait dirinya yang akan berpindah ke PPP. Hal itu akan dia diskusikan dengan para pimpinan Gerindra. Sebab, berkaitan dengan tahapan pemilu yang sekarang memasuki 10 bulan sebelum pencalonan.
Sandi hanya berharap pesta demokrasi tersebut tetap mengusung rasa kekeluargaan dan persahabatan. Sehingga, masyarakat tidak terpecah belah apalagi sampai terpolarisasi. ”Saya ingin keberlanjutan pembangunan yang tercapai dengan baik bisa terus ditingkatkan dan dipercepat,” imbuh bapak tiga anak itu.
Terkait keputusannya tetap bersama dengan Gerindra hingga Pemilu 2024, Sandi menjawab diplomatis. Menurut dia, hal itu adalah keputusan yang diambil oleh pimpinan partai. Sebagai kader partai, dia bakal loyal dan akan mematuhi arahan apa pun dari pimpinan. ”Per hari ini (kemarin) masih di Gerindra,” pungkasnya. (cw4/sgt/c1) Editor : Syaifuddin Mahmud