Dalam kunjungan itu, Dirjen EBTKE Kementerian ESDM Dadan Kusdiana juga didampingi Direktur Distribusi PLN Adi Priyanto beserta jajarannya. Selama di gardu induk mereka mengecek dan memastikan seluruh sarana prasarana pasokan listrik.
Pihaknya juga menyatakan masa siaga PLN hingga 4 Januari 2023 mendatang. Selama periode tersebut, PLN menyiapkan 6 unit genset, 693 unit motor ULC, 225 unit UGB, 21 unit mobil PDKB, 27 unit UPS mobile dan portabel, 405 mobil yantek, dan 24 unit mobil sky lift dan crane.
Dirjen EBTKE Kementerian ESDM Dadan Kusdiana menyebut, akses listrik untuk masyarakat tetap aman selama Nataru. Selain itu, energi primer, pembangkit, transmisi, dan distribusi listrik juga dalam kondisi aman. ”Ini demi memberikan layanan terbaik kepada masyarakat, khususnya pelanggan PLN Jawa-Bali,” kata dia.
Saat ini, imbuh Dadan, PLN telah menyiapkan segala sesuatunya. Mulai upaya mitigasi bencana hingga sarana prasarana maupun kesiapan personel yang ditugaskan selama Nataru. ”Jadi, sampai ke hal-hal seperti potensi kerawanan risiko dari sisi bencana, sudah kami siapkan mitigasinya,” imbuhnya.
Dadan menambahkan, khusus di Banyuwangi penyediaan listrik untuk destinasi wisata sudah dipersiapkan dengan baik untuk dimanfaatkan masyarakat selama libur Nataru. ”Suplai listrik di destinasi-destinasi wisata akan dioptimalkan agar benar-benar bermanfaat untuk masyarakat,” jelasnya.
Sementara itu, Direktur Distribusi PLN Banyuwangi Adi Priayanto menyatakan, kesiapan PLN menghadapi Nataru sudah 100 persen. Dengan menyiapkan backup berlapis terhadap venue-venue yang diselenggarakan masyarakat maupun pemerintah dan lainnya. ”Kami pastinya akan backup aliran listrik dengan baik,” tegasnya.
Adi menyebut, selama Nataru pihaknya menugaskan ribuan personel yang ditempatkan di ratusan posko. Selain itu, juga telah disiapkan sarana prasarana pendukung lainnya. PLN juga mendukung electric vehicle dengan menyiapkan SPKLU untuk Nataru, di antaranya 10 unit di 8 lokasi di Jatim dan 33 unit di 34 lokasi Pulau Bali.
”Untuk menjaga keandalan listrik, kami akan menyuplai Bali lewat tambahan label 500 kilovolt untuk perkembangan ekonomi dan kestabilan listrik di Bali. Tentunya, hal itu kami targetkan di tahun 2025 sudah selesai disiapkan,” jelas Adi. (rio/sgt/c1) Editor : Ali Sodiqin