Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

PPKM Dicabut, Ekonomi Bakal Melejit

Gerda Sukarno Prayudha • Jumat, 23 Desember 2022 | 15:26 WIB
AMIR HIDAYAT
AMIR HIDAYAT
BANYUWANGI, Jawa Pos Radar Banyuwangi – Rencana Presiden Joko Widodo mencabut Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) pada akhir tahun direspons positif oleh Satgas Covid-19 Banyuwangi. Pemberhentian PPKM diharapkan bisa mendorong pertumbuhan ekonomi dengan memberikan keleluasaan masyarakat untuk beraktivitas.

Juru Bicara Satgas Covid-19 Banyuwangi Amir Hidayat mengatakan, selama ini Banyuwangi berada dalam kondisi PPKM level 1. Seluruh tempat wisata dan pusat perbelanjaan sudah diizinkan buka dengan kapasitas 100 persen. Dengan pencabutan status PPKM, aktivitas masyarakat akan semakin longgar.

Semua tempat wisata dan tempat perbelanjaan diizinkan menampung pengunjung dengan kapasitas maksimal. Dengan demikian, tidak ada lagi pembatasan terkait kapasitas di tempat-tempat tersebut. ”Kalau untuk jam buka akan menyesuaikan dengan peraturan daerah. Yang jelas pemkab sudah menyiapkan diri,” kata Amir.

Pencabutan PPKM diharapkan bisa memberikan dampak positif kepada pertumbuhan ekonomi masyarakat pascapandemi. Meski demikian, penghentian PPKM diharapkan tidak membuat masyarakat lengah. Jika nanti masih ada temuan kasus, satgas tetap akan melakukan tracing untuk memastikan sebaran kasus Covid.

”Aturan menggunakan masker akan tetap diberlakukan. Yang berbeda hanya aturan PPKM yang membatasi kegiatan masyarakat. Apalagi, vaksinasi booster masih 38,8 persen,” tegas Plt Kepala Dinas Kesehatan Banyuwangi itu.

Ketua Pokdarwis Banyuwangi Abdul Aziz mengatakan, pengunjung di sejumlah tempat wisata mulai naik dalam beberapa hari terakhir. Dia optimistis pada libur Nataru nanti lonjakan wisatawan naik di angka 100 persen.

Dengan pelonggaran PPKM, imbuh Aziz, aktivitas wisatawan akan lebih leluasa. Tinggal bagaimana pelayanan yang bisa diberikan pengelola wisata untuk membuat wisatawan merasa nyaman. ”Salah satu yang menjadi perhatian kita adalah soal makanan. Apalagi, kemarin ada kasus keracunan yang menimpa wisatawan. Kita bekerja sama dengan beberapa puskesmas untuk ikut mengawasi,” tandasnya. (fre/aif/c1) Editor : Gerda Sukarno Prayudha
#covid-19 #Lockdown #PPKM