Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Penyebab Keracunan Massal Tunggu Hasil Uji Lab   

Syaifuddin Mahmud • Selasa, 13 Desember 2022 | 21:34 WIB
DIINFUS: Plt Kadinkes Amir Hidayat melihat kondisi peserta gathering yang menjalani perawatan di RSI Yasmin, Senin (12/12). (Fredy Rizki/Radar Banyuwangi)
DIINFUS: Plt Kadinkes Amir Hidayat melihat kondisi peserta gathering yang menjalani perawatan di RSI Yasmin, Senin (12/12). (Fredy Rizki/Radar Banyuwangi)
RADAR BANYUWANGI – Untuk mengetahui penyebab keracunan yang dialami puluhan peserta literasi Bank Indonesia di Hotel Ketapang Indah, Dinas Kesehatan (Dinkes) Banyuwangi melakukan uji sampel makanan. Sampel yang diuji bukan hanya makanan di Hotel Ketapang Indah, tapi juga yang dikonsumsi peserta di Taman Nasional Alas Purwo.

”Kami sudah menurunkan tim penyelidikan epidemiologi untuk melakukan uji laboratorium makanan,” ujar Plt Kepala Dinkes Banyuwangi Amir Hidayat.

Menurut Amir, ada beberapa kemungkinan yang menyebabkan para peserta keracunan. Di antaranya makanan, air, dan proses pengolahan. Sampel makanan tengah diuji di laboratorium milik Dinkes Banyuwangi. ”Kami masih menunggu hasil uji laboratorium,” katanya.

Jika makanan tersebut terindikasi mengandung racun atau zat berbahaya lainnya, Amir akan menyampaikan secara rinci. Selanjutnya, hasil lab tersebut akan diserahkan kepada aparat kepolisian Polresta Banyuwangi untuk ditindaklanjuti. ”Kami selalu berkoordinasi dengan aparat kepolisian untuk mengetahui penyebab keracunan,” ungkapnya.

Sebaliknya, jika makanan yang dikonsumsi peserta pelatihan tidak mengandung racun atau zat berbahaya lainnya, pihaknya kembali melakukan uji laboratorium terhadap muntahan para pasien. ”Kami tetap akan  menelusuri penyebab keracunan sampai menemukan titik terang,” tandasnya.

Kasatreskrim Polresta Banyuwangi Kompol Agus Sobarnapraja mengatakan, sampel makanan yang  diambil langsung dikirim ke Laboratorium Forensik di Bondowoso. Ada petugas dari Kedokteran Kepolisian Polresta Banyuwangi, Inafis, dan penyidik yang mengambil sampel sekaligus mencari dugaan penyebab keracunan.

Agus mengaku belum bisa menyimpulkan apakah menu makanan di Alaspurwo atau menu hotel yang menjadi penyebab keracunan. "Kita sudah ambil beberapa sampel makanan, termasuk muntahan dari korban.  Kalau hasilnya sudah keluar, baru kita bisa lihat apa penyebabnya dan langkah selanjutnya,’’ kata Agus.

Hal yang sama juga disampaikan Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan, dr Andriyani Hamzah. Laboratorium medis milik Dinkes saat ini sedang dibenahi. Tim yang sudah mengambil sampel makanan harus mengirimkan hasilnya ke laboratorium di Surabaya. "Harus menunggu hasilnya keluar dulu, baru nanti bisa dipastikan darimana asalnya," kata Andriyani.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banyuwangi M. Yanuar Bramuda mengatakan, musibah keracunan ini akan menjadi perhatian. Dia berharap semua pihak, baik hotel maupun pengelola destinasi wisata, bisa lebih berhati-hati. Meski belum dipastikan penyebab keracunan, unsur safety dari makanan dan pelayanan harus menjadi perhatian utama.

Kondisi makanan dan minuman bisa menjadi masalah bagi wisatawan jika tidak disiapkan dengan sebaik mungkin. "Kita juga menunggu hasil uji lab. Kalau memang nanti sudah dipastikan penyebabnya, pihak yang bersangkutan harus ikut bertanggung jawab. Chef dari pihak hotel harus diganti, begitu juga dari pihak pengelola destinasi wisata,’’ tegasnya. (rio/fre/aif/c1) Editor : Syaifuddin Mahmud
#Wartawan Keracunan #Bank Indonesia #Gathering BI #Alergi Seafood #alas purwo