Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Puluhan Wartawan Peserta Gathering BI Keracunan Seafood

Syaifuddin Mahmud • Selasa, 13 Desember 2022 | 19:36 WIB
PAKAI KURSI RODA: Petugas medis dan pihak Hotel Ketapang Indah memberikan pertolongan kepada seorang wartawan menuju rumah sakit kemarin (12/12).(RAMADA KUSUMA/RaBa)
PAKAI KURSI RODA: Petugas medis dan pihak Hotel Ketapang Indah memberikan pertolongan kepada seorang wartawan menuju rumah sakit kemarin (12/12).(RAMADA KUSUMA/RaBa)
KALIPURO, Jawa Pos Radar Banyuwangi – Puluhan wartawan dari berbagai media di Jawa Timur mengalami musibah, Senin (12/12). Usai menyantap seafood, mereka mengeluh pusing disertai muntah dan diare. Para jurnalis tersebut  diduga keracunan usai menyantap hidangan berbagai menu seafood.

Sebagian wartawan langsung dilarikan ke RSUD Blambangan dan Rumah Sakit Islam (RSI) Yasmin. Setelah mendapatkan pertolongan medis, kondisi mereka berangsur-angsur normal kembali. Para wartawan tersebut merupakan peserta gathering media yang digelar Bank Indonesia (BI) di Hotel Ketapang Indah, Banyuwangi.

Belum bisa dipastikan penyebab keracunan tersebut. Petugas kepolisian dan Dinas Kesehatan langsung melakukan investigasi di Hotel Ketapang Indah. Mereka mengambil beberapa sampel dari peserta media gathering. Mulai dari sisa makanan, minuman, muntahan, hingga kotoran.

Salah seorang peserta media gathering, Adrianus menuturkan, reaksi sakit perut dan diare baru dirasakan pada Minggu malam (11/12). Wartawan media online itu mengaku merasa sakit perut sehingga harus berulangkali ke kamar mandi.

Kondisi serupa dirasakan beberapa wartawan lainnya. Sebagian dari mereka sampai muntah-muntah dan lemas. ”Siangnya kita sempat menyantap makanan di Alas Purwo. Waktu itu saya makan kerang dan cumi,” kata Andrianus saat ditemui di RSI Yasmin.

Wartawan lainnya, Nur Jafri menceritakan, Minggu malam dia muntah-muntah sampai 15 kali. Wartawan berusia 47 tahun itu mulanya ingin minta tolong rekan satu kamarnya, namun niat itu dia urungkan. Setelah membuka grup WhatsApp (WA) yang beranggotakan para peserta gathering lain, ternyata yang keracunan bukan dia sendiri.

”Saya pikir cuma saya yang merasakan mual-mual. Setelah melihat grup WA, ternyata banyak yang mengalami keracunan. Paginya saya dibawa ke rumah sakit,” jelas Nur.

Para peserta gathering tidak banyak mengetahui makanan jenis apa yang menyebabkan keracunan. Yang pasti, pada hari Minggu (11/12), mereka dua kali menyantap makanan yang diduga sebagai penyebab keracunan.

Billy, wartawan Jawa Pos yang ikut dalam media gathering mengaku merasakan gejala diare, namun tidak terlalu parah. Dikatakan Billy, menu makanan yang disajikan di Alas Purwo maupun di hotel sama-sama seafood.

Photo
Photo
(Grafis: Reza Fairuz/Radar Banyuwangi)

Pukul 14.00 saat berada di Alas Purwo, para peserta mendapatkan sajian menu kerang, udang, cumi-cumi, dan kepiting. Sedangkan malam harinya saat mengikuti gala dinner di Hotel Ketapang Indah juga disuguhi hidangan sate udang dan cumi-cumi. ”Hampir semuanya saya makan. Pukul 23.00 mulai merasakan diare dan muntah-muntah,” ungkapnya.

Ada juga peserta yang sudah merasakan gejala tidak enak sejak sore hari. Rusdi salah satunya. Wartawan asal Jember itu mengalami gejala mual dan sakit perut sejak pulang dari Alas Purwo. Sesampainya di Hotel Ketapang Indah, Rusdi mengaku masih mengalami sakit perut dan beberapa kali keluar masuk kamar mandi. ”Sepulang dari Alas Purwo perut terasa nggak enak. Di Alas Purwo makan siang, menunya full seafood,” kata Rusdi.

Hingga kemarin siang (12/12), sejumlah  peserta gathering masih mendapatkan perawatan medis di RSUD Blambangan maupun RSI Yasmin. Beberapa peserta yang sudah dinyatakan sehat, langsung pulang dengan diangkut minibus yang sudah disediakan tim dari Bank Indonesia. Sebagian lagi ada yang memilih pulang naik kereta api.

Bukan hanya peserta gathering, sejumlah driver juga mengalami keluhan yang sama.

Salah seorang driver, Aris menceritakan, dia dan delapan rekannya ikut makan siang di Alas Purwo. Setelah makan, mereka mengalami diare cukup parah. Aris bahkan sampai mengenakan diapers selama bertugas. ”Teman-teman sampai tidak berani makan lagi, ditahan supaya tetap bisa bertugas,” ucapnya.

Plt Kepala Dinas Kesehatan Banyuwangi Amir Hidayat mengatakan, pihaknya baru menerima informasi keracunan massal setelah ada laporan ke layanan kedaruratan medis 119. Laporan itu diterima pukul 01.30 dini hari. Tim medis dari Dinas Kesehatan dibantu Puskesmas Klatak langsung meluncur ke Hotel Ketapang Indah.

Awalnya, hanya lima orang yang mengalami diare parah. Ada yang ditangani di tempat, ada juga pula yang dibawa ke RSUD Blambangan. ”Pukul 06.30 ada informasi masuk ke kita lagi. Gejala ringan kita tangani di hotel, yang parah kita rujuk ke RSUD Blambangan dan RSI Yasmin. Total ada 35 orang,” kata Amir.

Pihak Bank Indonesia maupun Hotel Ketapang Indah belum memberikan klarifikasi terkait insiden keracunan massal yang menimpa puluhan wartawan tersebut. Salah satu Manajemen Hotel Ketapang Indah Komari menjelaskan, pihaknya masih menunggu hasil pemeriksaan yang dilakukan kepolisian dan Dinas Kesehatan. ”Kami belum bisa menyampaikan apa pun. Kita tunggu dulu hasil investigasi petugas seperti apa,” ujarnya singkat. (fre/aif/c1) Editor : Syaifuddin Mahmud
#Wartawan Keracunan #Bank Indonesia #Gathering BI #Alergi Seafood #alas purwo