Seluruh pasien mengalami gejala yang sama, yaitu mual dan diare. Pasien yang sebagian besar adalah jurnalis dari beberapa daerah di Jawa Timur itu masuk ke rumah sakit sejak pukul 01.30. Sebagian dari mereka sudah diizinkan pulang pada pukul 06.00.
Direktur RSUD Blambangan dr Widji Lestariono menyebut, pasien yang dilarikan ke RSUD Blambangan berjumlah 17 orang. Hampir keseluruhan korban mengalami diare dan muntah. ”Mereka memiliki ciri keracunan ringan. Jumlah total pasien ada 17 orang, yang sebelumnya 16 orang bertambah satu orang pasien baru masuk sekitar pukul 10.30,” kata Rio, sapaan akrab Widji Lestariono.
Rio menyebut, kondisi para pasien cukup normal. Artinya, tidak sampai fatal. ”Tidak ada yang sampai rawat inap, artinya tidak sampai parah. Mereka diberi obat, lalu diperbolehkan pulang,” tegasnya.
Humas RS Yasmin Agus Riyanto membenarkan 17 pasien yang dirawat mengalami keracunan. Kondisinya sudah cukup membaik setelah mendapatkan perawatan. ”Hampir bersamaan, sebagian pasien juga dibawa ke RSUD Blambangan. Gejalanya sama, mual dan muntah-muntah,” kata Agus.
Salah satu pasien, Bayu Andika, merasakan keluhan serupa. Dia mengalami sakit perut sejak pukul 23.30 sesudah makan malam di Hotel Ketapang Indah. ”Saya dilarikan ke rumah sakit pukul 01.30, baru diizinkan pulang pukul 04.30,” terang wartawan asal Kediri tersebut.
Bayu mengaku belum mengetahui secara pasti penyebab keracunan yang dia alami bersama teman-temannya. Sebelum makan malam di hotel, rombongan memang diajak makan di Alas Purwo. ”Selama di Alas Purwo saya makan kepiting, kerang ijo, cumi-cumi, dan ikan bakar. Sedangkan di hotel saya cuma makan buah, bakso, ayam betutu, cumi, sama udang,” paparnya.
Kondisi Bayu berangsur membaik setelah mendapatkan perawatan di RSUD Blambangan. ”Kalau sekarang sudah agak membaik. Semalam rasanya lemas diiringi mual-mual,” ungkapnya. (rio/aif/c1) Editor : Syaifuddin Mahmud