Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Banyuwangi Jagokan 4 Masjid, Salah Satunya Masjid al-Ma'ruf Klatak

Ali Sodiqin • Senin, 5 Desember 2022 | 19:09 WIB
MEGAH: Masjid al-Ma
MEGAH: Masjid al-Ma
RADAR BANYUWANGI – Masjid al-Ma'ruf Kelurahan Klatak, Kecamatan Kalipuro, Banyuwangi, menjadi satu dari 4 nominator masjid yang dijagokan Banyuwangi memenangi Masjid Award 2022.

Selain Masjid al-Ma'ruf Klatak, tiga masjid kandidat lainnya dari Banyuwangi adalah Masjid Kyai Shaleh, Kelurahan Lateng, Kecamatan Banyuwangi;  Masjid Besar Baiturrahim, Kecamatan Rogojampi;  dan terakhir Masjid at-Taqwa, Kecamatan Muncar.

“Segenap tim asesor Pimpinan Wilayah (PW) Dewan Masjid Indonesia (DMI) Provinsi Jawa Timur secara langsung telah melakukan kunjungan di Banyuwangi. Kunjungan mereka kali ini diwakili H. Khoirur Roziqin dan Syahril untuk menilai empat masjid sebagai nominasi 'Masjid Award 2022',” ujar H. Andi Mikoyanto, Sekretaris Pimpinan Daerah (PD) DMI Kabupaten Banyuwangi Ahad (4/12/2022) sore.

Menurut Andi, tim asesor yang berkunjung ke Masjid al-Ma'ruf terlihat meninjau beberapa titik penting yang menjadi penunjang kenyamanan aktivitas saat jamaah,” “Seperti kebersihan toilet, kenyamanan dan kualitas audio masjid, kenyamanan sirkulasi udara, perpustakaan, sampai pada pengecekan kebersihan karpet untuk ibadah," terang Andi.

Photo
Photo
BERSIH: Bagian dalam Masjid al-Ma'ruf Kelurahan Klatak, Kalipuro, Banyuwangi. (Ramada Kusuma/Radar Banyuwangi)

Setelah di Masjid al-Ma'ruf, lanjut Andi, tim bergeser di Masjid Kyai Shaleh, Lateng. Di masjid yang penuh sejarah perjuangan ini, tim asesor juga mengecek kebersihan di sudut-sudut masjid. "Termasuk meninjau Makam Kyai Shaleh yang berada di sisi sebelah selatan masjid," ujarnya.

Di titik ketiga, Masjid Besar Baiturrahim Rogojampi menjadi jujugan tim selanjutnya. "Masjid ini juga menjadi andalan kita dalam ajang awarding kali ini. Sebab, tak lain karena manajemen masjid yang berada di Kecamatan Rogojampi ini yang terbaik," sebut Andi.

"Saat tiba di Masjid Besar Baiturrahim, tim asesor disambut langsung oleh jajaran ketua takmir. Secara tiba-tiba oleh tim asesor mereka ditanyai soal roda manajemen, komposisi, tupoksi serta struktur kepengurusan takmir yang ada," sambung dia menjelaskan.

Di jujukan masjid terakhir berada di Kecamatan Muncar, tepat di Masjid at-Taqwa. Masjid ini digadang-gadang dalam pengikutan awarding kali ini. Sebab, keberhasilannya dalam melakukan inovasi pemberdayaan perekonomian jamaah lewat skema program yang disiapkan takmir.

"Eksistensi koperasi masjidnya kuat dan akuntabel. Selain itu ada beberapa lapak atau warkop stationary di sekitar masjid yang diinisiasi oleh jamaah. Serta masih ada banyak binaan UMKM lainnya yang langsung di bawah binaan takmir," terang Andi.

"Tidak sampai itu, takmir juga rutin menggelar expo aneka pameran UMKM di waktu tertentu dalam mengguyupkan jamaah dan masyarakat setempat," jelas Andi menutup keterangannya.

Photo
Photo

Bupati Ipuk Festiandani Anas saat meresmikan Masjid al-Ma'ruf Kelurahan Klatak, Kalipuro, Banyuwangi 11 November 2021 lalu. (Ramada Kusuma/Radar Banyuwangi)

Senada hal itu, Ketua PD DMI Kabupaten Banyuwangi H. Fathur Rahman menjelaskan, secara umum masjid yang dinilai setidaknya telah bersertifikat wakaf, SK kepengurusan diketahui PD DMI Kabupaten Banyuwangi, memiliki unit usaha, kegiatan PHBI dan sosial disertai dengan dokumentasi kegiatan.

"Selain itu, laporan keuangan masjid harus transparan sehingga masyarakat dengan mudah dapat mengetahui pemasukan dan pengeluaran masjid. Setiap kegiatan  rapat disertai undangan, daftar hadir, notulen dan dokumentasi pada ranah administrasinya," kata Fathur.

Ditambah dalam era digitalisasi sekarang ini, masjid juga diharapkan  memiliki medsos. Sehingga setiap kegiatan dalam masjid dapat diakses dengan mudah oleh umat dan masyarakat.

"Masjid Award 2022 ini diharapkan dapat menambah pengetahuan takmir masjid dalam rangka  meningkatkan pelayanan  kepada jamaah dan masyarakat," sebut Fathur.

"Serta fungsi masjid bisa lebih dimaksimalkan kembali, selain tempat bersujud (Salat) dan beribadah, bisa juga untuk proses belajar dan mengajar keagamaan atau mengaji dalam rangka menambah wawasan keagamaan. Juga, banyak hal yang bisa direalisasikan melalui masjid untuk tujuan kemaslahatan umat secara luas," sambung Fathur menutup keterangannya. (*) Editor : Ali Sodiqin
#PW DMI Jatim #Masjid Besar Baiturrahim #Masjid at-Taqwa #Masjid al-Ma'ruf #Masjid Award 2022 #Masjid Kyai Shaleh