Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Pertama di Indonesia, Pameran Kartun dan Karikatur di Rumah Sakit

Syaifuddin Mahmud • Rabu, 16 November 2022 | 18:05 WIB
BIKIN SENYUM SENDIRI: Ruang tunggu dan lorong-lorong RSUD Blambangan dipasang kartun yang unik dan lucu. Harapannya, pasien maupun yang menunggu orang sakit tetap tersenyum. (RAMADA KUSUMA/RABA)
BIKIN SENYUM SENDIRI: Ruang tunggu dan lorong-lorong RSUD Blambangan dipasang kartun yang unik dan lucu. Harapannya, pasien maupun yang menunggu orang sakit tetap tersenyum. (RAMADA KUSUMA/RABA)
BANYUWANGI, Jawa Pos Radar Banyuwangi – Kartunis Jawa Pos Wahyu Kokkang dan ilustrator Budiono kembali menebar karya di Banyuwangi. Kali ini tempatnya bukan di Gedung Juang 45, tapi di gedung VVIP RSUD Blambangan.

Di rumah sakit pelat merah tersebut, Wahyu dan Budiono mengusung 100 karya. Rinciannya, 26 kartun tokoh dan dokter di RSUD Blambangan. Sisanya 74 karya berupa karikatur yang memiliki visual lucu.

Pameran tersebut digelar bersamaan dengan launching gedung VVIP Prof dr Imanoedin RSUD Blambangan kemarin (14/11). Seluruh karya tersebut adalah hasil kerja keras Wahyu Kokkang dan Budiono.

Hebatnya, seratus karya tersebut hanya dikerjakan hanya dalam kurun waktu dua minggu. Wahyu dan Budiono harus bekerja lebih ekstra untuk mencapai target yang ditentukan.

Wahyu Kokkang mengaku sempat merasa bingung dengan karikatur yang hendak dia buat. Sebab, tema yang diberikan bersifat umum. ”Sempat berpikir mau dibuat gimana, intinya tentang kesehatan,” ujarnya.

Wahyu mengungkapkan, pelaksanaan pameran di rumah sakit bukan tanpa alasan. ”Seperti yang diketahui, rumah sakit identik dengan kesedihan. Di situ kami ingin sedikit menghibur para keluarga pasien dengan melihat kartun tersebut agar tetap bisa tertawa,” ucapnya.

Selain itu, karikatur tentang kesehatan harus dibuat dengan teliti. Artinya, harus memperhatikan nilai norma dan sisi kemanusiaan. ”Tidak bisa membuat karikatur misal tentang cuci darah, itu adalah hal yang sensitif,” katanya.

Tidak habis akal, Wahyu dan Budiono terus berusaha membuat karikatur yang lucu, tetapi tidak mengganggu siapa pun. ”Contohnya kartun tentang lansia. Ada lansia yang meniup balon, gigi palsunya masuk di balon tersebut. Dilihat saja tetap lucu,” kata Wahyu yang kemarin mengenakan kaus bertuliskan semriwing.

Wahyu mengatakan, membuat kartun maupun karikatur tidak bisa asal sembarangan. Harus diperhatikan aspek kemiripan atau plagiasi dengan karya sejenis. ”Setiap kami membuat, pasti cari dulu di internet. Apakah ada karya yang sama atau tidak. Kalau sebelumnya sudah ada, namanya bukan orisinal dan takutnya nanti dianggap plagiat,” jelasnya.

Pameran karikatur di RSUD Blambangan tersebut merupakan yang pertama di Indonesia. ”Pameran bisa dilaksanakan di mana saja, tetapi ini yang pertama pelaksanaan pameran di rumah sakit,” pungkasnya. (cw4/aif/c1) Editor : Syaifuddin Mahmud
#Karikatur #jawa pos #Pameran Kartun #Kartun #rsud blambangan #Budiono #Wahyu Kokkang