Anggota Fraksi Partai Demokrat ini menjelaskan, Komisi D bersama 6 anggotanya yakni Mohammad Ashari, Satib, Guntur Wahono, Nur Azis, Gus Mamak dan Hidayat melakukan sidak pada bus Trans Jatim yang berada di Terminal Porong. Terminal bus Trans Jatim ini sebelumnya telah diresmikan oleh Gubernur Jatim Khofifah Indarparawansa.
"Hari ini Komisi D melakukan kunker sekaligus melihat langsung di lapangan transportasi publik ini supaya bisa mengakomodasi kebutuhan masyarakat," kata anggota DPRD Provinsi dua periode ini
Presidium KAHMI ini mengatakan, bus Trans Jatim koridor I ini beroperasi melewati Terminal Porong Sidoarjo, Terminal Purabaya di Sidorjo, berakhir di Terminal Bunder Gresik, dan sebaliknya.
Proyek Bus Trans Jatim ini masih akan berlangsung hingga 2024. Nantinya untuk koridor II akan dibangun rute Mojokerto-Surabaya, untuk koridor III rute Mojokerto-Pasuruan, dan koridor IV di wilayah Malang.
Dalam kunjungan itu, dokter Agung juga melihat langsung armada bus berwarna hijau ini dilengkapi dengan pembayaran cashless untuk efektivitas transaksinya.
Meski sudah dilengkapi dengan teknologi modern, transportasi publik ini juga masih menyediakan sistem pembayaran manual bagi yang belum terbiasa.
Bus Trans Jatim ini bisa diakses warga dengan tarif yang sangat terjangkau. Untuk umum Rp 5.000 sedangkan untuk pelajar sekolah atau santri Rp 2.500.
“Kehadiran bus Trans Jatim ini selain untuk mengurangi kemacetan di Surabaya, Sidoarjo, dan Gresik. Juga upaya untuk mengurangi risiko kecelakaan lalu lintas,” kata Putra Purwo ini.
Bendahara DPD Partai Demokrat Jatim ini menambahkan, Komisi D juga sempat menjajal fasilitas transportasi publik ini. Bersama penumpang lain, rombongan sangat merasakan kenyamanannya. "Bus Trans Jatim ini solusi tepat, Nyaman, Ontime, Murah (NOM) bagi semua masyarakat," pungkas alumni fakultas kedokteran Unair ini. (*) Editor : Ali Sodiqin