Pada masanya, Stasiun KA Karangasem beroperasi sejak tuntasnya pembangunan jalur kereta api di wilayah Kecamatan Kabat hingga Desa Ketapang, Kecamatan Kalipuro. Stasiun di wilayah Kelurahan Bakungan, Kecamatan Glagah, dengan ketinggian 82 meter di atas permukaan laut itu, termasuk dalam Daerah Operasi 9 Jember.
Dibanding stasiun-stasiun lain di Bumi Blambangan, posisi Stasiun Karangasem memang paling dekat dengan pusat kota Banyuwangi. Dengan pertimbangan tersebut, Pemkab Banyuwangi lantas mengusulkan perubahan nama Stasiun Karangasem menjadi Stasiun Banyuwangi Kota kepada pihak PT Kereta Api Indonesia (KAI) pada Maret 2019.
Usul tersebut disetujui pihak KAI. Hingga akhirnya, mulai 1 Desember di tahun yang sama, Stasiun Karangasem resmi berubah nama menjadi Stasiun Banyuwangi Kota.
Selain Stasiun Banyuwangi Kota, di saat yang sama perubahan nama juga terjadi pada satu stasiun lain di kabupaten the Sunrise of Java. Yakni, Stasiun Banyuwangi Baru berubah menjadi Stasiun Ketapang.
Manajer Humas PT KAI Daop 9 Jember kala itu, Luqman Arif mengatakan, perubahan nama tersebut dilakukan guna mempermudah wisatawan yang ingin berkunjung ke Kota Banyuwangi. Sebab, selama ini masih banyak masyarakat dari luar Banyuwangi yang kebingungan sehingga mereka turun di Stasiun Banyuwangi Baru alias Stasiun Ketapang. ”Banyak yang bingung, akhirnya banyak yang turun di Stasiun Banyuwangi Baru. Padahal mereka ingin ke Banyuwangi kota,” ujarnya. (sgt/bay/c1) Editor : Rahman Bayu Saksono