Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banyuwangi segera mengambil langkah antisipasi dengan mempersiapkan tim reaksi cepat (TRC) yang akan bergerak begitu ada potensi banjir.
Sekretaris BPBD Banyuwangi Mujito mengatakan, ada beberapa titik yang selalu menjadi langganan banjir, ditambah dengan titik-titik baru yang menjadi pantauan BPBD. Di kawasan langganan banjir, hujan dengan intensitas tinggi membuat volume air sungai naik. Air meluap hingga kemudian menimbulkan banjir.
Seperti yang kerap terjadi di Lingkungan Gareng, Kelurahan Sobo. Setiap terjadi hujan dengan intensitas tinggi, kawasan tersebut selalu terdampak, bahkan sampai terendam air. Begitu juga kawasan Pakis Rowo yang selalu menjadi langganan banjir setiap tahun.
Langkah antisipasi yang dilakukan BPBD yakni dengan menyiagakan 5 TRC untuk berjaga-jaga di dekat wilayah yang masuk kawasan rawan banjir. Satu tim berisi empat sampai lima orang petugas BPBD. Mereka siaga penuh untuk mengantisipasi dampak banjir. ”TRC bergerak simultan, total ada 25 orang. Itu belum termasuk relawan,” jelasnya.
Meski sudah ada beberapa titik yang diwaspadai, Mujito mengatakan, ada kemungkinan muncul titik baru yang menjadi wilayah berpotensi banjir. Tim bisa langsung disiagakan ke wilayah baru di luar jangkauan penugasan. ”Kita berkoordinasi dengan camat dan kades untuk saling memberi laporan jika sewaktu-waktu muncul bencana banjir,” tandas mantan Kabid Bidang Kesehatan dan Layanan Farmasi Dinkes Banyuwangi itu. (fre/aif/c1) Editor : Syaifuddin Mahmud