Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Pusing Mikir Evakuasi Bangkai Paus, Opsi Terakhir Bakal Diledakkan

Syaifuddin Mahmud • Minggu, 7 Agustus 2022 | 22:31 WIB
JADI TEMPAT SELFIE: Ikan paus ukuran raksasa yang terdampar di Pantai Laut Lestari, Desa Bulusan, Kecamatan Kalipuro, sulit untuk dievakuasi. Berbagai cara terus dipikirkan untuk membuang bangkai paus berbobot 40 ton tersebut. (Ramada Kusuma/Radar Banyuwa
JADI TEMPAT SELFIE: Ikan paus ukuran raksasa yang terdampar di Pantai Laut Lestari, Desa Bulusan, Kecamatan Kalipuro, sulit untuk dievakuasi. Berbagai cara terus dipikirkan untuk membuang bangkai paus berbobot 40 ton tersebut. (Ramada Kusuma/Radar Banyuwa
KALIPURO, Jawa Pos Radar Banyuwangi – Gagalnya proses evakuasi bangkai ikan paus sperma yang terdampar di Pantai Laut Lestari, Desa Bulusan, Kalipuro, menjadi masalah tersendiri bagi Pemkab Banyuwangi. Pemerintah daerah sampai pusing memikirkan cara yang tepat untuk mengevakuasi bangkai paus tersebut.

Muncul upaya ekstrem untuk mengevakuasi bangkai paus berbobot 40 ton tersebut. Berbagai pihak, mulai Lanal, Polresta, Dinas Perikanan, BPBD, dan BKSDA menggelar rapat yang dipimpin Sekkab Banyuwangi Mujiono. Dalam rapat tersebut disepakati ada beberapa opsi yang akan dilakukan untuk segera mengevakuasi bangkai paus.

Langkah pertama dengan menggunakan alat berat berupa break hammer untuk memotong dan memecah tubuh paus. Langkah kedua, bangkai paus akan kembali dipotong menggunakan gergaji mesin berukuran besar secara manual. Langkah ketiga, bangkai paus akan ditarik menggunakan tugboat, lalu ditenggelamkan di tengah lautan. Selanjutnya, bangkai paus akan dikubur di tepi pantai dengan kedalaman tiga meter.

Jika empat langkah itu tetap saja gagal, langkah paling efektif yakni dengan meledakkan tubuh paus. ”Besok (hari ini) kita kembali melakukan upaya evakuasi. Petugas BPBD akan memotong tubuh paus dengan gergaji mesin. Nelayan kita minta ikut membantu agar prosesnya cepat,” ujar Mujiono.

Menurut Mujiono, penanganan bangkai paus ukuran raksasa merupakan barang langka. Sepanjang sejarah, paus tersebut merupakan yang paling besar yang pernah mendarat di Banyuwangi. ”Ada berbagai kesulitan yang dihadapi. Membawa alat berat menuju lokasi cukup sulit. Kalau menggunakan tugboat juga berisiko. Kalau selingnya putus juga bahaya. Hewan ini berat sekali, mungkin seberat kapal,” kata Mujiono.

Opsi meledakkan bangkai paus sendiri, menurut mantan ketua PBSI Banyuwangi itu, sebenarnya cukup berbahaya. Namun, cara tersebut menjadi cara pemungkas jika semua opsi yang dilakukan tak membuahkan hasil. ”Kalau mengubur harus cepat karena di kedalaman satu meter saja sudah keluar air. Untuk bahan peledak kita bisa minta bantuan Angkatan Laut. Kita juga menggunakan cara spiritual sebagai upaya nonteknis,” imbuhnya.

Langkah evakuasi yang dilakukan hari ini, kata Mujiono, akan dilakukan secara keroyokan. Teknisnya dengan melibatkan Dinas PU dan BPBD. Dinas Perikanan bertugas sebagai koordinator evakuasi tersebut. ”Kita tidak ingin pemkab dianggap tidak peduli dengan lingkungan. Bagaimanapun juga ini hewan yang dilindungi. Kita juga mengantisipasi penyebaran virus akibat bangkai paus,” kata Mujiono. (fre/aif/c1) Editor : Syaifuddin Mahmud
#Paus Sperma #selat bali #Pantai Bulusan #Hiu Paus #paus terdampar