Babi hutan yang berukuran besar itu, oleh warga ditangkap ramai-ramai, dan diserahkan ke Polsek Muncar. “Babi hutan itu oleh warga dikepung dan ditangkap, selanjutnya dikirim ke polsek,” cetus Kanitreskrim Polsek Muncar, Iptu I Made Suwena.
Kanitreskrim mengaku belum tahu asal babi hutan itu. Daerah di Brak Kalimoro, itu jauh dari hutan. Makanya, tidak heran bila warga ada yang mengira itu babi ngepet. “Ada yang menyebut itu babi jadi-jadian,” cetusnya pada Jawa Pos Radar Genteng.
Ditanya kemungkinan asal babi hutan itu, Kanitreskrim mengaku tidak mau menduga-duga. Yang pasti, saat masuk ke perkampungan dan akhirnya membuat warga geger, kondisi babi sangat bersih. “Tidak tahu dari mana, mungkin berenang dari mana terus ke pemukiman warga,” katanya.
Setelah sempat diamankan di polsek, babi hutan itu selanjutnya diserahkan ke Seksi Pengelola Taman Nasional (SPTN) Alas Purwo, Wilayah 2 Muncar. “Kami tidak bisa merawatnya, kami serahkan ke SPTN,” pungkasnya.(sas/abi) Editor : Agus Baihaqi