Salah satu petani, Sugiono, 38, warga Dusun Balokan, Desa Dasri, Kecamatan Tegalsari, Banyuwangi, mengatakan saat ini harga semangka sedang tinggi. Semangka berukuran besar, biasanya hanya Rp 5.000 per kilogram. “Sekarang harga semangka besar Rp 6.500 per kilogram, semangka kecil antara Rp 4.000 hingga Rp 5.000 per kilogram,” katanya.
Harga semangka yang dianggap tinggi, terang dia, tidak diimbangi dengan hasil panen. Sugiono yang mengaku sedang menanam semangka di lahan seluas 1.5 hektare, hanya bisa menghasilkan semangka sekitar 21 ton. “Lahan seluas 1.5 hektare biasanya sekitar 40 ton,” ungkapnya.
Turunnya hasil panen itu, jelas dia, disebabkan cuaca ekstrim yang hampir setiap hari turun hujan deras. Akibatnya, daun semangka ada bercak yang mengakibatkan buah semangka tidak bisa tumbuh besar. “Nutrisi semangka didapatkan dari daunnya,” jelasnya.
Petani semangka lainnya, M. Fawaid, 37, warga Dusun Krajan, Desa Dasri, Kecamatan Tegalsari juga mengalami hal yang sama. Hasil panen semangka mengalami penurunan. Semula dilahan seluas satu hektare, bisa menghasilkan 30 ton dalam sekali panen, kali ini hanya sekitar 20 ton. “Semangka yang dipanen banyak yang kecil,” jelasnya.
Menurut Fawaid, masa tanam semangka itu mulai tanam hingga panen membutuhkan waktu sekitar 100 hari. Bila normal, setiap satu buah minimal beratnya empat kilogram. Tapi karena cuaca ekstrim, ada buah semangka yang beratnya tidak mencapai satu kilogram. “Alhamdulilah, penurunan hasil panen tertolong dengan harga yang sedang bagus,” katanya. (mg5/abi) Editor : Agus Baihaqi