Salah satu petani Maryono, 57, warga Dusun Sidodadi, Desa Tegalharjo, Kecamatan Glenmore, mengatakan puluhan tahun menjadi petani tidak pernah membeli bibit padi yang siap tanam. Meski lebih simpel dan cepat, tapi itu harus keluar tambahan biaya. “Membuat bibit sendiri bisa lebih ngirit,” dalihnya.
Menurut Maryono, dengan membuat bibit padi sendiri, biaya sebesar Rp 85 ribu bisa untuk tanam sekitar tiga sampai lima ubin atau sekitar 30 meter persegi. Kalau membeli bibit siap tanam, luas swah sekitar 30 meter persegi membutuhkan sekitar 15 ikat, dan harga benih padi per ikat Rp 10 ribu hingga Rp 12 ribu. “Biasanya bibit siap tanam yang dijual itu menggunakan bibit harga standar,” jelasnya.
Petani lainnya, M. Syukur, 56, juga mengatakan lebih memilih membuat bibit sendiri dalam mengolah sawah. Menurutnya, yang biasa menggunakan bibit padi siap tanam itu yang memiliki sawah luas. Kalau warga yang sawahnya tidak sampai satu bau, biasanya membuat bibit sendiri. “Ongkosnya bisa dialihkan untuk pemupukan dan penyemprotan, biar hasil panen maksimal,” cetusnya.(mg5/abi) Editor : Agus Baihaqi