Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Pakai Bibit Padi Sendiri Bisa Lebih Irit

Agus Baihaqi • Sabtu, 16 Juli 2022 | 17:31 WIB
BERLUMPUR: Petani ndaut bibit padi di sawah yang akan ditanam di persawahan Dusun Sidodadi, Desa Tegalharjo, Kecamatan Glenmore, Kamis (14/7). (Irham Muzaki/Radar Genteng)
BERLUMPUR: Petani ndaut bibit padi di sawah yang akan ditanam di persawahan Dusun Sidodadi, Desa Tegalharjo, Kecamatan Glenmore, Kamis (14/7). (Irham Muzaki/Radar Genteng)
GLENMORE, Jawa Pos Radar Genteng – Sejumlah petani yang akan akan menanam padi, memilih membuat bibit sendiri ketimbang harus membeli. Dengan cara itu, petani menganggap bisa menekan biaya operasional.

Salah satu petani Maryono, 57, warga Dusun Sidodadi, Desa Tegalharjo, Kecamatan Glenmore, mengatakan puluhan tahun menjadi petani tidak pernah membeli bibit padi yang siap tanam. Meski lebih simpel dan cepat, tapi itu harus keluar tambahan biaya. “Membuat bibit sendiri bisa lebih ngirit,” dalihnya.

Menurut Maryono, dengan membuat bibit padi sendiri, biaya sebesar Rp 85 ribu bisa untuk tanam sekitar tiga sampai lima ubin atau sekitar 30 meter persegi. Kalau membeli bibit siap tanam, luas swah sekitar 30 meter persegi membutuhkan sekitar 15 ikat, dan harga benih padi per ikat Rp 10 ribu hingga Rp 12 ribu. “Biasanya bibit siap tanam yang dijual itu menggunakan bibit harga standar,” jelasnya.

Petani lainnya, M. Syukur, 56, juga mengatakan lebih memilih membuat bibit sendiri dalam mengolah sawah. Menurutnya, yang biasa menggunakan bibit padi siap tanam itu yang memiliki sawah luas. Kalau warga yang sawahnya tidak sampai satu bau, biasanya membuat bibit sendiri. “Ongkosnya bisa dialihkan untuk pemupukan dan penyemprotan, biar hasil panen maksimal,” cetusnya.(mg5/abi) Editor : Agus Baihaqi
#bibit padi #tanaman padi #ekonomi #pertanian