Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Asyik Telepon Istri, Sopir Bus Dilindas Truk

Syaifuddin Mahmud • Jumat, 24 Juni 2022 | 16:39 WIB
OLAH TKP: Anggota Unit Gakkum melakukan olah TKP di Pelabuhan LCM Ketapang Banyuwangi kemarin (22/6) lalu. (Wahid for Radar Banyuwangi)
OLAH TKP: Anggota Unit Gakkum melakukan olah TKP di Pelabuhan LCM Ketapang Banyuwangi kemarin (22/6) lalu. (Wahid for Radar Banyuwangi)
KALIPURO, Radar Banyuwangi – Nasib nahas dialami Suryadi, 37, warga Desa/Kecamatan Cipondoh, Kabupaten Tangerang, Banten, saat menunggu antrean masuk kapal di Pelabuhan LCM Ketapang, Selasa malam (22/6). Sopir bus Cipta Karunia bernopol B 2245 CGA itu tewas mengenaskan setelah dilindas truk.

Korban mengalami luka robek di telinga kiri dan lecet di dada dan perut. Korban sempat terjepit di bawah truk bernopol AE 8610 B yang dikemudikan Junaidi, 24, warga Desa Baru Tahan, Kecamatan Moyo Utara, Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Timur (NTT). Korban sempat dibawa ke RSUD Blambangan untuk mendapatkan pertolongan. Sayang, korban mengembuskan napas terakhirnya pukul 12.45, kemarin (22/6).

”Kejadiannya pukul 19.30. Saat itu korban sedang duduk di depan truk yang parkir di Pelabuhan Ketapang,” ujar Kapolresta Banyuwangi AKBP Deddy Foury Millewa melalui Kanit Gakkum Satlantas Polresta Banyuwangi Ipda Wahid Hasyim.

Hasyim menjelaskan, kejadian tersebut bermula saat korban sedang jongkok sembari menelepon istrinya. Sedangkan truk di belakangnya hendak ke kapal yang sudah ditentukan. ”Saat hendak jalan, sopir truk tidak menyadari bahwa korban sedang jongkok di depan truknya. Sopir truk tetap melajukan kendaraan hingga  melindas korban,” katanya.

Sejumlah calon penumpang kapal di Pelabuhan Ketapang yang melihat kejadian tersebut sempat histeris. ”Sejumlah saksi sempat berusaha menghentikan truk agar tidak lebih parah luka yang dialami korban,” terang Hasyim.

Akibat terlindas truk tersebut, korban mengalami luka cukup serius di hidung, dada, dan perut. ”Petugas langsung mengevakuasi korban ke RSUD Blambangan untuk mendapatkan pertolongan,” kata Wahid.

Korban akhirnya mengembuskan napas terakhirnya pukul 12.45 dan dibawa pulang ke tempat asalnya. Hasyim menambahkan, kecelakaan tersebut memang tidak ada unsur kesengajaan. Meski begitu, sopir truk tetap harus bertanggung jawab.  ”Kita belum bisa pastikan ada unsur kesengajaan atau tidak. Yang jelas, sopir truk tetap harus bertanggung jawab,” pungkasnya. (rio/aif/c1) Editor : Syaifuddin Mahmud
#Telepon Istri #sopir bus #dilindas truk #kecelakaan