Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Uji Kelayakan, Tim Asesor Unesco Global Geopark Bakal Datang ke Kawah Ijen

Syaifuddin Mahmud • Kamis, 9 Juni 2022 | 22:03 WIB
Wisatawan memulai jalur pendakian menuju Kawah Ijen, Banyuwangi. Tempat wisata ini diusulkan menjadi salah salah anggota Unesco Global Geopark. (Dok. Radar Banyuwangi)
Wisatawan memulai jalur pendakian menuju Kawah Ijen, Banyuwangi. Tempat wisata ini diusulkan menjadi salah salah anggota Unesco Global Geopark. (Dok. Radar Banyuwangi)
RADAR BANYUWANGI – Geopark Ijen selangkah lagi bakal menjadi anggota baru Unesco Global Geopark (UGG). Tim penilai (asesor) UGG akan melakukan penilaian (asesmen) kelayakan Geopark Ijen masuk dalam jajaran geopark dunia pada pekan ini.

Informasi yang berhasil dikumpulkan wartawan Jawa Pos Radar Banyuwangi, tim asesor bakal melakukan serangkaian evaluasi terhadap Geopark Ijen mulai Kamis (9/6) sampai Senin pekan depan (13/6). Selama lima hari, tim asesor akan melakukan kunjungan lapang ke sejumlah situs geologi (geosite), situs hayati (biosite), dan situs budaya (culturalsite) yang dimiliki Geopark Ijen. Hal ini guna memastikan kesesuaian yang tertera di dokumen dosir dengan kenyataan di lapangan.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Banyuwangi Suyanto Waspo Tondo Wicaksono mengatakan, serangkaian evaluasi tersebut merupakan tahap yang sangat krusial lantaran menjadi penentu level Geopark Ijen selanjutnya. ”Dengan persiapan yang sudah kita lakukan selama ini, kita berharap Geopark Ijen berhasil meraih predikat UGG dan menjadi destinasi kelas dunia sehingga bisa mengungkit perekonomian nasional, terutama bagi daerah penyangganya seperti Banyuwangi,” ujar pria yang karib disapa Yayan tersebut, Selasa (7/6) lalu.

Sejumlah situs akan dinilai tim asesor. Salah satunya adalah kompleksTaman Nasional (TN) Alas Purwo. Kompleks ini menyimpan ragam kekayaan geologi, hayati, hingga budaya.

Di TN Alas Purwo tim akan berdialog dengan tokoh masyarakat dan meninjau langsung pemberdayaan masyarakat lokal. Kemudian memverifikasi situs geologi di Pantai Plengkung, dilanjutkan ke Parang Ireng yang menyimpan fosil foraminifera dan lava bantal dari gunung api purba yang berusia lebih dari 70 tahun.

Selain itu di TN Alas Purwo, tim asesor dijadwalkan mengunjungi Savana Sadengan untuk melihat langsung keanekaragaman hayati di biosite ini. Lebih dari 500 jenis tumbuhan bisa ditemukan di sana. Selain itu, juga ada berbagai satwa seperti banteng, kijang, rusa, kancil, macan tutul, aneka burung, hingga penyu.

Titik lain yang akan dinilai adalah situs budaya di Desa Wisata Adat Kemiren dan Museum Blambangan. Bergeser ke situs geologi Kawah Wurung, Aliran Lava Plalangan, dan Mata Air Panas Blawan.

Tim penilai juga dijadwalkan mengunjungi Paltuding di kaki Ijen, Kampung Kluncing, museum batik, hingga pasar jajanan tradisional suku Oseng untuk melihat langsung situs budaya tersebut.

Usai kunjungan ke berbagai situs, tim asesor akan melakukan bedah dosir menyampaikan rekomendasi hasil tinjau lapang. ”Jika dianggap layak, rekomendasi Geopark Ijen sebagai Geopark Dunia akan diserahkan Unesco pada September tahun ini,” kata Yayan.

Adapun beberapa hal yang menjadi penilaian, 50 persen tergantung pada geologi dan lanskap. Sementara separo lainnya bergantung kepada sumber daya manusia. Di antaranya struktur pengelola, manajemen, dan komitmen pemerintah setempat; pendidikan dan interpretasi lingkungan; serta pemberdayaan ekonomi berkelanjutan bagi warga. (sgt/aif/c1) Editor : Syaifuddin Mahmud
##kawah ijen #geopark ijen #banyuwangi #unesco #global geopark