BANYUWANGI - Wisatawan yang berkunjung ke Banyuwangi terus dimanja. Setiap akhir pekan bisa menikmati atraksi seni dan budaya di halaman terminal pariwisata terpadu. Atraksi tersebut melibatkan para pelajar yang tampil di panggung Banyuwangi Culture Every Week (BCE).
Event tersebut digelar setiap akhir pekan. Pelajar SD hingga SMA dari berbagai penjuru kecamatan secara bergiliran menampilkan beragam atraksi seni dan budaya. “Ini akan menjadi atraksi yang menarik. Setiap Sabtu sore, masyarakat maupun wisatawan bisa menyaksikan penampilan beragam seni dan budaya Banyuwangi,” ujar Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani saat meluncurkan event tersebut di halaman terminal pariwisata terpadu, Kelurahan Sobo, Sabtu (5/2).
Ipuk mengatakan, BCE digelar sebagai panggung bagi pelajar untuk menampilkan minat dan bakatnya di bidang seni. Selain itu, juga sebagai upaya untuk melestarikan tradisi dan budaya lokal Banyuwangi pada generasi muda.
Festival ini merupakan salah satu upaya regenerasi seniman muda di Banyuwangi. Dia mengajak anak-anak muda yang berbakat dan minat seni untuk berkreasi sebaik-baiknya di panggung BCE ini. “Saya yakin di antara ribuan siswa yang terlibat event ini pasti ada yang tertarik untuk menekuni seni dan budaya daerah. Seni budaya harus dilestarikan karena menjadi salah satu modal Banyuwangi membangun daerahnya,” kata Ipuk.
Pertunjukan perdana BCE diisi oleh siswa tingkat SD, SMP, dan SMA dari Kecamatan Giri. Puluhan siswa menampilkan aneka kesenian, seperti Tari Jejer Gandrung Kembang Menur, Tari Gandrung Marsan, Tari Sorote Lintang, hadrah, Tari Alumpang, Tari Barong, serta paduan suara.
Terminal pariwisata terpadu saat ini difungsikan sebagai pasar seni yang berisi produk-produk UMKM. Di kompleks tersebut juga akan disediakan terminal khusus angkutan wisata untuk selter kendaraan yang akan mengangkut penumpang ke berbagai destinasi wisata di Banyuwangi.
Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Suratno menjelaskan, Banyuwangi Culture Every Week akan dilaksanakan sepanjang tahun setiap Sabtu sore. Secara bergantian, siswa-siswa SD hingga SMA sederajat akan menampilkan pertunjukan seni budaya. “Pelaksanaannya secara bergiliran di tiap-tiap kecamatan. Kecuali setiap minggu ketiga (tiap bulannya) akan ditempatkan di terminal parwisata terpadu,” jelas Suratno.
Pelaksanaan festival masih tetap sama, yakni mengusung hybrid concept dengan memadukan pertunjukan live streaming yang bisa disaksikan lewat akun YouTube Pemkab Banyuwangi maupun Dinas Pendidikan Banyuwangi. ”Festival ini bisa ditonton oleh warga dari berbagai belahan dunia,’’ tandas Suratno.
Editor : Ali Sodiqin