Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Virtual Premier Show, Gandrung Beraksi dari 22 Kota

Ali Sodiqin • Selasa, 28 Desember 2021 | 19:15 WIB
KHAS BANYUWANGI: Tari Gandrung menjadi kebanggaan masyatakat dan identitas budaya
KHAS BANYUWANGI: Tari Gandrung menjadi kebanggaan masyatakat dan identitas budaya


BANYUWANGI – Gandrung Sewu, suatu event spektakuler dalam balutan Banyuwangi Festival (B-Fest) 2021bakal digeber Selasa (28/12). Tidak seperti tahun-tahun sebelumnya, pertunjukan gandrung kolosal tersebut bakal menyajikan tari gandrung yang ditampilkan warga perantau asal Banyuwangi yang kini menetap di 22 kota dalam dan luar negeri.



Selain di Banyuwangi, para penari gandrung, mulai Medan, Palembang, Jakarta, Bali, Tarakan, Kendari, Kupang, Jayapura, hingga Hongkong bakal menari bersamaan. Mereka terhubung secara virtual dan ditayangkan dalam konsep pertunjukan, yakni virtual premier show bertajuk ”Gandrung Sewu Nusantara”.



Pertunjukan ini merupakan kreasi dari para diaspora yang tergabung dalam Ikatan Keluarga Banyuwangi (Ikawangi). Mereka bakal mempersembahkan pertunjukan ini untuk merayakan Hari Jadi Banyuwangi (Harjaba) ke-250. 



Bertajuk Gandrung Sewu Nusantara, para perantau asal Banyuwangi di berbagai daerah di Indonesia dan luar negeri tersebut bersilaturahmi dengan menggelar tari gandrung kolosal pada Minggu lalu (19/12). Mereka lalu bersepakat, hasil kreasi mereka dirangkai untuk ditampilkan bareng dalam konsep virtual premier show. 



Bupati Ipuk Fiestiandani berterima kasih atas dukungan Ikawangi di berbagai daerah di dalam dan luar negeri tersebut. ”Kami mengucapkan syukur dan terima kasih atas dukungan dari Ikawangi. Ini akan menjadi media silaturahmi bagi warga Banyuwangi yang berada di berbagai daerah. Semoga ini bisa sedikit mengobati rindu akan kampung halaman dan kian memperkuat tali persaudaraan Ikawangi yang ada di berbagai daerah di Indonesia bahkan luar negeri,” ujarnya kemarin (27/12).



Pada perhelatan Gandrung Sewu Nusantara ini, para penari menari di lokasi yang menjadi ikon di daerah masing-masing. Total sebanyak 250 penari dari berbagai penjuru ini menari secara bersamaan dengan gerakan dan musik yang sama.



Di Banyuwangi ada 75 penari yang merupakan pelajar dari berbagai kecamatan. Mereka berkolaborasi dengan penari gandrung yang berada di luar daerah dan luar negeri secara virtual. ”Pandemi tidak menghentikan kami berkreasi. Bahkan, di tahun ini kami menggeber program Maestro Gandrung Mengajar. Para gandrung senior ini turun ke desa-desa untuk mengajar tari ke anak-anak sebagai ajang untuk menguatkan seni budaya lokal sekaligus regenerasi seni,” jelas Ipuk.



Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Banyuwangi Muhammad Yanuarto Bramuda mengatakan, pertunjukan gandrung secara virtual ini digelar sebagai simbol semangat bahwa pandemi tidak menjadi pembatas bagi kreativitas para seniman. ”Kami ingin agar semangat melestarikan budaya dan atraksi yang telah menjadi ikon Banyuwangi terus terjaga. Gandrung Sewu versi baru ini adalah wujud kecintaan kita budaya Banyuwangi,” ujar pria yang karib disapa Bram tersebut.



Bram menambahkan, biasanya setiap tahun pemkab menggelar silaturahmi dengan para diaspora yang sedang pulang mudik ke Banyuwangi. Namun, sejak pandemi Covid-19 melanda, acara ini ditiadakan. Terlebih, selama pandemi, banyak diaspora yang tidak bisa pulang ke Banyuwangi karena adanya pembatasan. ”Mengobati rasa rindu akan kampung halaman, maka kami berkolaborasi menggelar acara ini. Sebagai penawar rindu akan tanah kelahiran,” kata dia.



Bramuda mengaku sangat mengapresiasi dan salut atas semangat Ikawangi yang turut berpartisipasi dalam agenda ini. Guna mendukung atraksi ini, banyak Ikawangi yang memesan perlengkapan menari gandrung beserta alat musiknya langsung dari Banyuwangi. ”Sebelum pergelaran para penari di tiap daerah juga rutin berlatih dari koreografer di Banyuwangi melalui virtual agar gerakan mereka sama,” jelasnya.



Bram menambahkan, tampilan tari Gandrung kolosal Ikawangi dari berbagai kota ini akan ditampilkan dengan desain tayangan yang apik, yakni dalam bentuk virtual premier show hari ini (28/12). ”Hasil kolaborasi tersebut akan kami tayangkan ulang dalam sebuah konsep pertunjukan virtual yang menarik. Bisa dilihat live di channel YouTube Banyuwangi Tourism, Kabupaten Banyuwangi dan kanal sosial media lainnya,” pungkasnya. 


Editor : Ali Sodiqin
#gandrung sewu #b-fest