Karenamu
Guru, doa dan syukurku untukmu
Karena ilmu dan bimbinganmu
Aku mengenal huruf, lafaz dan kata
Yang menjadikanku bisa
Lewat itulah aku dapat membuka
Cakrawala dunia
Guru, doa dan syukurku untukmu
Karena teladan laku dan kasih sayangmu
Menjadikanku mampu
Lewat itulah aku dapat bergaul dan berkumpul
Dengan masyarakat
Guru, lembut tutur nasihatmu
Saat aku tak kuasa mengendalikan nafsu
Telah menjadikanku mengerti
Hingga bakti padamu dan orang tuaku
Kujunjung di atas kepalaku
Syukur dan doaku untukmu
Yang tulus membimbingku
Lamongan, 25 November 2020
----------------------
Kalungan Bunga untuk Guru
Kalungan bunga tak guna
Untuk apa kauagungkan hingga lupa yang utama
Ucapan selamat hari guru tak berarti
Untuk apa kausampaikan hingga melenakan
Satu yang hakiki
Andai dunia dan isinya kaukeruk untuk ilmu
Niscaya kebodohan melekat padamu sepanjang waktu
Karena hartamu tak sebanding dengan nilai ilmu
Tulus dan ikhlas guru dalam menyampaikan ilmu
Adalah kunci keberkahan hidup
Yang membahagiakanmu
Amalkanlah ilmu dari gurumu
Sebagai cahaya penerang
Yang menuntun ke jalan surgamu dan surganya
Lamongan, 25 November 2020
----------------------
Mengenangmu
buat Viddy Ad Daery
Aku mengenalnya melalui sulur jingga
Yang melengkung di atas bengawan
Ujung keemasan telah menggoreskan sejarah
Tanah kelahirannya
Rupa dan raga menandas
Dialah pemahat sejati budaya dan tradisi
Yang tak terkikis modernisasi
Di langit negeri
Kisah-kisah sakti tak berhenti
Meski perjalanan hidupnya telah usai
Sejarah yang tertulis
Akan menjadi prasasti
Kau berpuas diri
Dalam hidup yang hakiki
Lamongan, Senin, 23 November 2020
----------------------
Di Senja Pantai
Senja mempertemukan kita
Di kenang pantai lama
Banyak cerita yang tertimbun
Butiran pasir berbicara
Angin senja mengurai kisah
Persaudaran yang hampir enam purnama
Diam tanpa warta
Tentang serpih kehidupan yang kini telah
Menyatu dalam kebahagiaan
Air laut telah mengukir pertemuan ini
Untuk kita kenang kembali
Pada saatnya nanti
Tuban, 15 November 2020
----------------------
Bisik Karangan Bunga
Sekarangan bunga menyapa nisan pahlawan
Berkabar rupa luka perjuangan
Yang telah tercoreng arang
Usap dan kecup nisan tak perlu kaulakukan
Biarkan hujan awal musim
Yang membersihkan debu kemarau di pusara
Karena noda tanganmu akan menguras air mata
Para bunga bangsa
Kebusukan hatimu akan menyesakkan
Lahat yang kini menjadi peristirahatannya sementara
Para arwah tak terima
Jika perjalanan ambisimu
Menggunakan kebesaran nama mereka
Berhiaslah dulu agar bopeng di wajahmu
Benar-benar sirna
Setelah itu, datanglah dengan doa
Untuk arwah mereka
Pahlawan bangsa
Lamongan, 10 November 2020
----------------------
*) Ahmad Zaini, guru di SMKN 1 Lamongan. Saat ini aktif sebagai Ketua PC Lesbumi NU Babat. Anggota Komunitas Sastra dan Teater Lamongan (Kostela) dan Forum Penulis dan Pegiat Literasi (FP2L) Lamongan. Beberapa karyanya penah dimuat di berbagai media cetak dan online serta telah menerbitkan beberapa buku antologi puisi dan cerpen. Saat ini tinggal di Lamongan.
Editor : Ali Sodiqin