Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Puisi-Puisi karya Ahmad Zaini

Ali Sodiqin • Jumat, 27 Agustus 2021 | 22:00 WIB
puisi-puisi-karya-ahmad-zaini
puisi-puisi-karya-ahmad-zaini


Karenamu



 



Guru, doa dan syukurku untukmu



Karena ilmu dan bimbinganmu



Aku mengenal huruf, lafaz dan kata



Yang menjadikanku bisa 



Lewat itulah aku dapat membuka



Cakrawala dunia



 



Guru, doa dan syukurku untukmu



Karena teladan laku dan kasih sayangmu



Menjadikanku mampu 



Lewat itulah aku dapat bergaul dan berkumpul



Dengan masyarakat



 



Guru, lembut tutur nasihatmu



Saat aku tak kuasa mengendalikan nafsu



Telah menjadikanku mengerti



Hingga bakti padamu dan orang tuaku



Kujunjung di atas kepalaku



 



Syukur dan doaku untukmu



Yang tulus membimbingku



 



Lamongan, 25 November 2020



 



----------------------



 



Kalungan Bunga untuk Guru



 



Kalungan bunga tak guna



Untuk apa kauagungkan hingga lupa yang utama



Ucapan selamat hari guru tak berarti



Untuk apa kausampaikan hingga melenakan



Satu yang hakiki



 



Andai dunia dan isinya kaukeruk untuk ilmu



Niscaya kebodohan melekat padamu sepanjang waktu



Karena hartamu tak sebanding dengan nilai ilmu



 



Tulus dan ikhlas guru dalam menyampaikan ilmu



Adalah kunci keberkahan hidup



Yang membahagiakanmu



Amalkanlah ilmu dari gurumu



Sebagai cahaya penerang



Yang menuntun ke jalan surgamu dan surganya



 



Lamongan, 25 November 2020



 



----------------------



 



Mengenangmu



buat Viddy Ad Daery



 



Aku mengenalnya melalui sulur jingga



Yang melengkung di atas bengawan



Ujung keemasan telah menggoreskan sejarah



Tanah kelahirannya



 



Rupa dan raga menandas



Dialah pemahat sejati budaya dan tradisi



Yang tak terkikis modernisasi



Di langit negeri



 



Kisah-kisah sakti tak berhenti



Meski perjalanan hidupnya telah usai



Sejarah yang tertulis



Akan menjadi prasasti



Kau berpuas diri



Dalam hidup yang hakiki



 



Lamongan, Senin, 23 November 2020



 



----------------------



 



Di Senja Pantai



 



Senja mempertemukan kita



Di kenang pantai lama



Banyak cerita yang tertimbun



Butiran pasir berbicara



 



Angin senja mengurai kisah



Persaudaran yang hampir enam purnama



Diam tanpa warta



Tentang serpih kehidupan yang kini telah



Menyatu dalam kebahagiaan



 



Air laut telah mengukir pertemuan ini



Untuk kita kenang kembali



Pada saatnya nanti



 



Tuban, 15 November 2020



 



----------------------



 



Bisik Karangan Bunga



 



Sekarangan bunga menyapa nisan pahlawan



Berkabar rupa luka perjuangan



Yang telah tercoreng arang



 



Usap dan kecup nisan tak perlu kaulakukan



Biarkan hujan awal musim



Yang membersihkan debu kemarau di pusara



Karena noda tanganmu akan menguras air mata



Para bunga bangsa



Kebusukan hatimu akan menyesakkan



Lahat yang kini menjadi peristirahatannya sementara



Para arwah tak terima



Jika perjalanan ambisimu



Menggunakan kebesaran nama mereka



 



Berhiaslah dulu agar bopeng di wajahmu



Benar-benar sirna



Setelah itu, datanglah dengan doa



Untuk arwah mereka



Pahlawan bangsa



 



Lamongan, 10 November 2020



 



----------------------



*) Ahmad Zaini, guru di SMKN 1 Lamongan. Saat ini aktif sebagai Ketua PC Lesbumi NU Babat. Anggota Komunitas Sastra dan Teater Lamongan (Kostela) dan Forum Penulis dan Pegiat Literasi (FP2L) Lamongan. Beberapa karyanya penah dimuat di berbagai media cetak dan online serta telah menerbitkan beberapa buku antologi puisi dan cerpen. Saat ini tinggal di Lamongan.


Editor : Ali Sodiqin