Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Kerajinan Daur Ulang Hasilkan Rp 450 Juta Setahun

Ali Sodiqin • Senin, 23 Agustus 2021 | 17:30 WIB
kerajinan-daur-ulang-hasilkan-rp-450-juta-setahun
kerajinan-daur-ulang-hasilkan-rp-450-juta-setahun


RadarBanyuwangi.id - Agar tidak dibuang begitu saja, sampah dikreasi menjadi aneka kerajinan. Sekaligus menambah pundi-pundi rupiah. Itulah yang dilakukan para penggiat komunitas Bank Sampah Banyuwangi.



Kain bekas atau potongan kain berukuran kecil yang biasanya tidak terpakai, dijadikan bahan baku membuat vas bunga dan keset. Sedangkan bekas popok sekali pakai dapat mereka daur ulang sedemikian rupa menjadi beragam barang kerajinan. Bukan itu saja, van belt atau sabuk karet bekas sepeda motor atau mobil, dikreasi menjadi hiasan dinding atau pot bunga oleh komunitas tersebut.



Koordinator Bank Sampah Banyuwangi Agus Supriadi mengatakan, pihaknya memang fokus menjadikan sampah-sampah yang tidak memiliki nilai ekonomi tersebut menjadi barang kerajinan. ”Sebab kalau sampah jenis lain, misalnya sampah tas plastik, bungkus makanan dan minuman, hingga bungkus sampo dan sebagainya, jika dikumpulkan laku dijual,” ujarnya.



Agus menuturkan, komunitas yang berada di bawah naungan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Banyuwangi tersebut dibentuk sejak 2011 lalu. Awalnya, komunitas itu bernama Merdeka dari Sampah (MDS). ”Namun, sejak 2012, ditindaklanjuti menjadi Bank Sampah Banyuwangi dengan Surat Keputusan (SK) Bupati,” ujarnya.



Agus mengatakan, komunitas Bank Sampah Banyuwangi menjadi proyek percontohan penanganan sampah skala kawasan di kabupaten ujung timur Pulau Jawa ini. Kini, komunitas tersebut telah memiliki unit-unit kegiatan di lingkup rukun tetangga (RT) di Banyuwangi.



Agus mengakui, awalnya komunitas tersebut memanfaatkan berbagai jenis sampah untuk bahan baku barang kerajinan. Seperti plastik bekas bungkus makanan instan menjadi tas dan lain sebagainya. ”Namun, pada perkembangan selanjutnya, kami memilih fokus pada sampah-sampah yang tidak laku jika dijual begitu saja,” akunya.



Masih menurut Agus, aneka barang kerajinan hasil kreasi anggota komunitas Bank Sampah itu kini dipasarkan secara daring. Pihak Bank Sampah Banyuwangi bekerja sama dengan salah satu penyedia jasa transportasi berbasis online.



Selain menjadikan sampah sebagai aneka barang kerajinan, imbuh Agus, komunitas tersebut juga memiliki program tabungan sampah. Setiap anggota atau nasabah bisa menyetorkan sampah plastik, besi, dan lain sebagainya kepada Bank Sampah Banyuwangi. Setiap sampah yang terkumpul akan dibeli. Nominal penjualan akan dicatat pada buku tabungan. ”Tabungan hasil penjualan sampah itu bisa diambil kapan pun jika nasabah membutuhkan. Namun, biasanya setiap nasabah mengambil hasil tabungan sampah itu setahun sekali. Biasanya menjelang Hari Raya Idul Fitri,” kata dia.



Agus menambahkan, sejauh ini jumlah nasabah Bank Sampah Banyuwangi telah mencapai kurang lebih 1.500, baik nasabah yang bersifat individu maupun lembaga. ”Dana yang terkumpul dari pengelolaan sampah dan daur ulang menjadi barang kerajinan mencapai Rp 450 juta per tahun atau sekitar Rp 15 juta sampai Rp 20 juta per bulan,” pungkasnya. (sgt/bay/c1)


Editor : Ali Sodiqin
#kerajinan